Kabarminang – Hujan lebat yang mengguyur Nagari Amping Parak Timur, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sabtu (27/12/2025) malam, menyebabkan banjir dan tanah longsor di sejumlah kampung. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 WIB dan berdampak pada ratusan rumah warga.
Wali Nagari Amping Parak Timur, Mulyadi, mengatakan banjir terparah terjadi di Kampung Bukik Kaciak.
“Banjir paling parah terjadi di Kampung Bukik Kaciak. Di lokasi tersebut, air merendam sedikitnya 47 rumah warga dengan ketinggian genangan berkisar 1 hingga 2 meter,” tutur Mulyadi kepada Sumbarkita, Minggu (28/12).
Selain Bukik Kaciak, banjir juga melanda Kampung Gunung Pauh. Di sana, enam rumah warga terendam dengan ketinggian air sekitar satu meter,” ujar Mulyadi.
Ia menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi juga memicu terjadinya tanah longsor di Kampung Gunung Pauh. Longsor tersebut menghambat akses transportasi warga, meski tidak ada rumah yang terdampak maupun korban jiwa yang dilaporkan.
Banjir juga terjadi di Kampung Sikabu Munto. Enam rumah warga terendam air, namun seluruh warga berhasil menyelamatkan diri saat air mulai naik.
Sementara itu, dampak banjir cukup luas dilaporkan terjadi di Kampung Tanjung Gadang. Berdasarkan pendataan awal di lapangan, jumlah rumah warga yang terdampak di kampung tersebut diperkirakan mencapai sekitar 100 hingga 150 unit.
Mulyadi menyebutkan, banjir dan longsor disebabkan oleh tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut dalam waktu cukup lama, sehingga menggenangi permukiman warga di sejumlah titik.
















