Kabarminang – Distribusi bantuan logistik ke Jorong Pagadih, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, dipertanyakan warga. Pasalnya, jumlah bantuan yang diterima di tingkat nagari disebut hanya sekitar 100 kilogram, jauh lebih sedikit dibandingkan data resmi TNI Angkatan Udara (AU) yang dipublikasikan ke publik.
Berdasarkan informasi yang dimuat di laman resmi TNI AU, bantuan logistik disalurkan menggunakan helikopter Caracal pada Selasa (16/12/2025). Dalam rilis tersebut disebutkan, bantuan logistik sebanyak 1.200 kilogram diperuntukkan bagi Jorong Pagadih, serta 1.700 kilogram untuk Jorong Masang.
Namun, di lapangan, informasi tersebut menimbulkan kebingungan di tingkat nagari.
Kasi Ketentraman dan Ketertiban (Tantrib) Kecamatan Palupuh, Indra Jaya, menjelaskan bahwa bantuan tersebut diperuntukkan bagi wilayah Kecamatan Palupuh secara keseluruhan, bukan langsung ke masing-masing jorong.
“Iya, bantuan itu untuk Kecamatan Palupuh dan kemudian didistribusikan ke nagari-nagari terdampak,” kata Indra Jaya kepada Sumbarkita, Kamis (18/12/2025).
Menurut Indra, proses distribusi dilakukan sejak Selasa (16/12) hingga Rabu (17/12) melalui koordinasi pihak kecamatan dengan aparat di lapangan. Berdasarkan informasi dari Babinsa, bantuan langsung didistribusikan pada hari Selasa melalui koordinasi dengan camat.
Ia menyebutkan, bantuan yang diterima kecamatan pada Selasa (16/12) berasal dari Persit Kartika Chandra Kirana dan unsur TNI, yang diterima dari Supian, anggota Koramil Palupuh, untuk kemudian dikelola dan disalurkan oleh pihak kecamatan.
Indra merinci, bantuan tersebut meliputi mi instan 29 kardus, pop mie 17 kardus, minyak goreng empat kardus, biskuit 36 kardus, satu dus makanan anak, satu karung gula, serta beras sebanyak 23 karung ukuran 10 kilogram, empat karung ukuran lima kilogram, dan empat karung ukuran 25 kilogram.
Selain itu, terdapat pula air minum kemasan 16 dus, tikar 33 buah, popok bayi 12 karung, serta satu karung pembalut wanita.
“Itu hanya bantuan pada Selasa kemarin. Sebelumnya sudah ada tiga helikopter yang mendarat,” ujar Indra.
















