Sabtu, Oktober 17, 2026
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
No Result
View All Result
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
kabarminang.com
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
Home Nasional

Tiga Gajah Sumatera Betina di Riau Mati, Populasi di Ujung Tanduk

Redaksi
Senin, 24 November 2025 | 01:00
in Nasional
Gajah betina di Riau. Foto: Mediacenter.riau.go.id

Gajah betina di Riau. Foto: Mediacenter.riau.go.id

Share on FacebookShare on Twitter

Kabarminang — Dalam kurun waktu tujuh bulan terakhir ini tiga ekor anak gajah betina mati di Riau. Hal itu meninggalkan kepedihan mendalam dan kekhawatiran serius akan masa depan populasi spesies yang terancam punah itu.

Dilansir dari Mediacenter.riau.go.id pada Minggu (23/11), kematian terbaru menimpa Nurlela alias Lela, seekor bayi gajah berusia 1 tahun 6 bulan di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Sebanga, Kabupaten Bengkalis, pada Sabtu (22/11/2025). Lela, anak dari gajah latih Puja dan Sarma, merupakan simbol harapan baru di tengah upaya pelestarian.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Supartono, membenarkan kabar menyedihkan itu. Ia menyatakan bahwa tim dokter hewan segera melakukan nekropsi dan mengambil sampel jaringan untuk diuji di laboratorium.

Penyelidikan intensif itu merupakan hal krusial yang dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kematian Lela. Lela sempat terpantau kurang aktif, tetapi masih memiliki nafsu makan dan minum yang baik sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa pukul 05.30 WIB.

Kisah pilu itu bermula pada 21 April 2025 dengan kepergian Gajah Yuni. Supartono mengatakan bahwa bayi gajah berusia tiga bulan itu ditemukan terpisah dari kelompoknya di Kampar dan dibawa ke PLG Sebanga, dengan harapan bisa diasuh oleh induk gajah Puja bersama anaknya, Lela.

“Sayangnya, upaya itu gagal,” ucap Supartono.

Supartono mengatakan bahwa penolakan dari gajah dewasa menyebabkan Yuni mengalami trauma dan stres yang berujung pada sakit. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan Yuni mati karena kombinasi faktor, termasuk pneumonia serta radang lambung dan usus.

Belum kering air mata atas kepergian Yuni, pada 10 September 2025 Riau kembali kehilangan permata konservasinya, Gajah Tari. Anak gajah betina berusia 2 tahun dari Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) itu sempat mencuri perhatian publik, bahkan diangkat sebagai anak dan warga kehormatan oleh Kepala Polda Riau.

Tingkahnya yang menggemaskan telah menumbuhkan rasa cinta luar biasa dari manusia terhadap satwa besar ini dan sempat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Tesso Nilo.

Kehadiran Tari yang lahir pada 31 Agustus 2023 dari induk bernama Lisa merupakan magnet yang menghangatkan hati. Namun, Ia mati karena terinfeksi Virus EEHV (Elephant Endotheliotropic Herpes Virus).

“Virus ini dikenal sebagai pembunuh ganas anak gajah, dan kasus kematian Tari menjadi pengingat yang menyakitkan tentang betapa rentannya kehidupan anak-anak gajah di Sumatera,” kata Supartono.

Rentetan kematian Yuni, Tari, dan kini Lela bukan sekadar statistik. Ketiganya merupakan anak gajah betina, yang memiliki peran vital dalam regenerasi dan pemulihan populasi gajah sumatera.

Kehilangan tiga individu betina dalam waktu sesingkat itu menjadi pukulan telak bagi upaya konservasi yang sedang berjuang melawan berbagai ancaman, mulai dari konflik dengan manusia hingga penyakit.

Kondisi itu menegaskan bahwa ancaman terhadap gajah sumatera tidak hanya datang dari luar, seperti perburuan dan kerusakan habitat, tetapi juga dari tantangan internal yang kompleks di pusat konservasi.

Penolakan induk asuh, stres, dan penyakit mematikan seperti EEHV menjadi PR besar bagi BBKSDA dan semua pihak yang peduli terhadap nasib gajah sumatera.

Kini, sambil menunggu hasil pemeriksaan Lela, duka mendalam menyelimuti PKG Sebanga. Kematian tiga bidadari cilik itu harus menjadi momentum bagi semua pihak untuk mengevaluasi dan memperkuat strategi konservasi secara drastis, agar kisah-kisah tragis serupa tidak terulang dan populasi gajah sumatera yang tersisa di Riau benar-benar dapat diselamatkan dari ambang kepunahan.


Tags: bayi gajah Lela matiBBKSDA Riaugajah sumatera terancam punahgajah Tarigajah Yunikematian anak gajah Riaukematian gajah betinakonflik manusia dan satwakonservasi gajah Riaupenyebab kematian anak gajahPKG Sebanga BengkalisPLG Sebangapopulasi gajah sumateraSumbarkitaSupartono BBKSDATaman Nasional Tesso Niloupaya pelestarian gajahVirus EEHV
ShareTweetPin

Berita Terkait

Prabowo Lantik Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB Gantikan Suharyanto

Prabowo Lantik Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB Gantikan Suharyanto

15 Oktober 2026
Jadi Tersangka Korupsi Dana Bencana, Adik dan Tenaga Ahli Kepala BNPB Ditahan KPK

Jadi Tersangka Korupsi Dana Bencana, Adik dan Tenaga Ahli Kepala BNPB Ditahan KPK

14 Oktober 2026
Kepala SDN 33 Rawang Bantah Ada Perundungan terhadap Siswi yang Meninggal di Padang

Mulai 2027, Siswa Tak Lagi Dijamin Naik Kelas, Mendikdasmen Siapkan Aturan Baru

8 Oktober 2026
Viral Rumah Dinas TNI Diduga Jadi Markas Judol

Viral Rumah Dinas TNI Diduga Jadi Markas Judol

8 Oktober 2026
Biaya Haji 2027 Turun Rp3,4 Juta, Anggota Jemaah Rata-Rata Bayar Pelunasan Rp23 Juta

Biaya Haji 2027 Turun Rp3,4 Juta, Anggota Jemaah Rata-Rata Bayar Pelunasan Rp23 Juta

7 Oktober 2026
Mahkamah Konstitusi Tidak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA atau Sederajat

Mahkamah Konstitusi Tidak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA atau Sederajat

6 Oktober 2026
Next Post
Banjir Rendam Jalan Padang–Bengkulu, Lalu Lintas Lumpuh Total

Banjir Rendam Jalan Padang–Bengkulu, Lalu Lintas Lumpuh Total

Tinggalkan Komentar

Terpopuler

Polisi Datangi Rumah Dua Pria yang Viral Mengadang Pengendara Motor di Kota Solok

Polisi Datangi Rumah Dua Pria yang Viral Mengadang Pengendara Motor di Kota Solok

14 Oktober 2026

Dicari Setelah Videonya Cegat Pengendara Viral, 2 Penagih Utang di Kota Solok Datangi Kantor Polisi

Dicari Setelah Videonya Cegat Pengendara Viral, 2 Penagih Utang di Kota Solok Datangi Kantor Polisi

15 Oktober 2026

Warga Keluhkan Pelayanan RS Paru Sumatera Barat, dari Salah Obat hingga Tabung Oksigen Jatuh

Warga Keluhkan Pelayanan RS Paru Sumatera Barat, dari Salah Obat hingga Tabung Oksigen Jatuh

11 Oktober 2026

Tinggal Sendiri, Pria 72 Tahun di Pesisir Selatan Tewas di Rumah, 6 Anak di Jakarta

Tinggal Sendiri, Pria 72 Tahun di Pesisir Selatan Tewas di Rumah, 6 Anak di Jakarta

13 Oktober 2026

Perempuan Asal Padang Pariaman yang Terjatuh di Air Terjun Robo Lima Puluh Kota Ditemukan Tewas

Perempuan Asal Padang Pariaman yang Terjatuh di Air Terjun Robo Lima Puluh Kota Ditemukan Tewas

16 Oktober 2026

Imam yang Cabuli 2 Anak Kandung di Sijunjung Ancam Tak Biayai Kuliah Korban jika Tolak Dicabuli

Imam yang Cabuli 2 Anak Kandung di Sijunjung Ancam Tak Biayai Kuliah Korban jika Tolak Dicabuli

14 Oktober 2026

Detik-Detik Pemotor Dipepet Pria Tak Dikenal Usai Beli Emas di Kota Solok

Detik-Detik Pemotor Dipepet Pria Tak Dikenal Usai Beli Emas di Kota Solok

13 Oktober 2026

Berita Terkini

Pemko Padang Luncurkan Sekolah Siaga Kependudukan, Dorong Literasi Kependudukan Generasi Muda

Pemko Padang Luncurkan Sekolah Siaga Kependudukan, Dorong Literasi Kependudukan Generasi Muda

16 Oktober 2026

Tabrak Truk Parkir dengan Sepeda Motor, Seorang Pemuda di Pasaman Barat Tewas Seketika

Tabrak Truk Parkir dengan Sepeda Motor, Seorang Pemuda di Pasaman Barat Tewas Seketika

16 Oktober 2026

Diduga Tawuran Bersenjata Tajam, 12 Pelajar dari 5 SMP di Padang Diamankan Dubalang

Diduga Tawuran Bersenjata Tajam, 12 Pelajar dari 5 SMP di Padang Diamankan Dubalang

16 Oktober 2026

Dua Ruko di Lima Puluh Kota Ludes Terbakar, Api Diduga Berasal dari Penyimpanan BBM

Dua Ruko di Lima Puluh Kota Ludes Terbakar, Api Diduga Berasal dari Penyimpanan BBM

16 Oktober 2026

Pascabanjir Bandang Solok, Ancaman Penyakit Mengintai Warga

Masa Tanggap Darurat Banjir Bandang Solok Berakhir, Masuk Fase Pemulihan

16 Oktober 2026

Setelah Wisatawan Terjatuh dan Tewas, Air Terjun Puncak Robo di Lima Puluh Kota Ditutup

Setelah Wisatawan Terjatuh dan Tewas, Air Terjun Puncak Robo di Lima Puluh Kota Ditutup

16 Oktober 2026

Informasi

  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Berita

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau

© 2026 Kabarminang.com  All right reserved

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami

© 2026 Kabarminang.com All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami

© 2025 KabarMinang.com.