Kabarminang — Sebanyak 488 orang meninggal dunia di Sumatera Barat (Sumbar) selama 2025 akibat kecelakan lalu lintas. Sementara itu, 3.489 kecelakaan terjadi di provinsi tersebut selama 2025.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol. Reza Chairul Akbar, mengatakan bahwa jumlah korban jiwa akibat kecelakaan di provinsi tersebut pada 2025 menurun 3,75 persen dibandingkan dengan jumlah korban jiwa pada 2024. Ia menyebut bahwa pada 2024 terdapat 507 orang yang meninggal di Sumbar akibat kecelakaan.
Reza mengatakan bahwa jumlah korban luka berat akibat kecelakaan selama 2025 juga menurun daripada tahun sebelumnya. Ia menginformasikan bahwa pada 2025 korban berat 198 orang, sedangkan pada 2024 385 orang.
“Jumlah korban luka berat menurun 48,5 persen jika dibandingkan dengan tahun 2024,” ujar Reza kepada Kabarminang.com pada Sabtu (10/1/2026).
Sementara itu, kata Reza, jumlah korban luka ringan akibat kecelakaan selama 2025 meningkat 9,3 persen daripada 2024. Ia mengatakan bahwa 5.620 orang korban luka ringan pada 2025, sedangkan pada 2024 jumlahnya 5.138 korban.
Reza menyampaikan bahwa selama 2025 terjadi 3.489 kecelakaan di Sumbar. Ia menyebut bahwa angka itu naik 2,7 persen daripada angka pada 2024, yaitu 3.397 kecelakaan.
Ia merinci bahwa angka kecelakaan paling tinggi terjadi di wilayah hukum Polresta Padang, yaitu 729 kecelakaan, Polres Pasaman Barat 353 kecelakaan, Pesisir Selatan 330 kecelakaan, Padang Pariaman 308 kecelakaan, Polres Agam 198 kecelakaan, Polres Bukittinggi 194 kecelakaan, Polres Payakumbuh 192 kecelakaan, Polres Pariaman 186 kecelakaan, Polres Pasaman 163 kecelakaan, Polres Tanah Datar 151 kecelakaan, Polres 50 Kota 136 kecelakaan, Polres Solok 129 kecelakaan, Polres Sijunjung 125 kecelakaan, Polres Padang Panjang 81 kecelakaan, Polres Dharmasraya 72 kecelakaan, Polres Solok Kota 66 kecelakaan, Polres Solok Selatan 60 kecelakaan, Polres Sawahlunto 30 kecelakaan, dan Polres Mentawai 6 kecelakaan.
Adapun usia korban kecelakaan pada 2025 paling banyak dialami oleh korban usia 16 hingga 30. Ia menyebut bahwa jumlah kecelakaan yang korbannya pada rentang usia itu 2.321 orang.
















