Ada pula sepatu yang masih dalam kondisi baru tetapi dijual kembali oleh pemiliknya karena tidak sesuai setelah dibeli.
“Kadang ada orang yang jual sepatunya yang tidak dipakainya lagi. Kadang juga ada yang baru beli, tetapi tidak sesuai, dijual ke ibu,” katanya.
Harga sepatu yang dijual kembali bergantung pada kondisi dan kualitasnya. Sepatu yang sebelumnya dibeli dengan harga sekitar Rp350 ribu hingga Rp500 ribu di toko, misalnya, dapat dijual kembali sekitar Rp150 ribu. Sementara sepatu yang kondisinya sudah lama dipakai dijual dengan harga sekitar Rp40 ribu hingga Rp100 ribu.
“Rata-rata alasan pelanggan yang membeli itu karena dibeli toko harganya terlalu mahal, kalau beli di sini lebih murah,” tuturnya.
Bertahan Setelah Suami Meninggal
Perjalanan Afneta berjualan sepatu bekas tidak terlepas dari perjuangannya memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Suaminya meninggal sekitar 2005 atau 2006. Ketika itu, anak keduanya masih duduk di taman kanak-kanak, sedangkan anak pertamanya baru berusia sekitar delapan tahun. Sejak suaminya meninggal, Afneta menjalani berbagai pekerjaan untuk membiayai kebutuhan dan pendidikan kedua anaknya.
“Semenjak suami meninggal, hanya ibu sendiri yang membiayai sekolah anak. Berbagai pekerjaan yang penting dapat rezeki untuk membiayai anak,” ujarnya.
Sekitar 2010, Afneta mulai berjualan sepatu bekas. Barang dagangannya selama ini diperoleh dari Bukittinggi yang biasanya diambil sekali dalam sebulan.
“Sudah enam bulan tidak mengambil barang ke Bukittinggi karena sepinya jual beli,” katanya.
Menurut Afneta, kondisi tersebut juga dipengaruhi semakin banyaknya toko sepatu serta maraknya penjualan secara daring.














