Kabarminang – Lompong sagu bakar yang dijajakan di Jalan Niaga, Pasar Tanah Kongsi, kawasan Kampung Pondok, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, menjadi salah satu jajanan tradisional yang banyak diburu warga saat ramadan hingga jelang lebaran. Penjualannya pun meningkat signifikan dibandingkan hari biasa.
Fredy (48), penjual lompong sagu bakar tersebut, mengatakan dirinya berjualan setiap hari, baik pada hari biasa maupun selama bulan puasa. Ia mulai berjualan sejak pukul 15.00 WIB hingga dagangannya habis, bahkan terkadang sampai pukul 22.00 WIB.
Menurutnya, lonjakan pembeli biasanya terjadi sejak sepekan sebelum lebaran dan berlanjut hingga sepekan setelahnya. Dalam periode tersebut, dagangannya bisa terjual hingga 300 bungkus per hari untuk pembelian langsung di lokasi.
Pada hari biasa, Fredy memproduksi lebih dari 100 bungkus per hari. Setiap bungkus dijual dengan harga Rp5.000. Selain pembeli yang datang langsung, ada juga yang memesan dalam jumlah besar, mulai dari 100 hingga 300 bungkus.
Lompong sagu bakar yang dijualnya berisi campuran pisang, karambia (kelapa), sagu, garam, dan gula merah. Semua bahan diaduk menjadi satu, kemudian dibungkus dengan daun pisang dan dibakar sekitar 10 menit hingga matang.
“Biasanya pembeli beragam ada masyarakat sekitar, ada juga yang lewat, hingga ada yang membeli untuk oleh-oleh yang mau di bawa ke Amerika,” ujar Fredy saat ditemui Sumbarkita, Selasa (24/2).
Usaha tersebut telah dijalani Fredy selama 36 tahun, sejak masih membantu orang tuanya. Dalam 12 tahun terakhir, ia mengelola usaha itu secara mandiri. Untuk kebutuhan bahan baku, ia membeli pisang di pasar pagi sebanyak 15 sikek per hari. Ia juga memastikan jajanan yang dijualnya halal.
















