Kabarminang – Sebanyak 262 titik panas (hotspot) terdeteksi tersebar di sejumlah wilayah Provinsi Sumatera Barat sepanjang pekan pertama September 2026.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, Ferdinal Asmin, mengatakan ratusan titik panas tersebut terpantau sejak 1 hingga 7 September 2026.
“Ratusan titik panas ini tersebar di enam daerah, yaitu Pesisir Selatan, Dharmasraya, Pasaman Barat, Sijunjung, Lima Puluh Kota, dan Pasaman,” ujar Ferdinal kepada Sumbarkita, Selasa (8/9/2026).
Ia menjelaskan bahwa wilayah Pesisir Selatan dan Pasaman Barat menjadi dua daerah dengan konsentrasi titik panas terbanyak pada periode tersebut.
Menurut Ferdinal, kemunculan titik panas lokal di Sumatera Barat dipicu oleh berbagai aktivitas pembukaan lahan perkebunan dan pertanian lahan kering oleh masyarakat.
“Masyarakat masih kerap memicu titik panas melalui pembersihan sisa jerami dan pembakaran sampah tanpa pengawasan,” kata Ferdinal.
Selain aktivitas pertanian, faktor kelalaian warga seperti membuang puntung rokok sembarangan turut memicu munculnya potensi kebakaran di area rawan.
Ferdinal menuturkan bahwa teknologi satelit pemantau juga sempat mendeteksi anomali suhu tinggi di area industri pabrik sebagai titik panas.














