Terkait paparan kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Sumbar, Ferdinal memastikan fenomena tersebut dominan berasal dari wilayah luar provinsi.
“Berdasarkan data arah angin dari BMKG, kabut asap yang dirasakan masyarakat dominan merupakan kiriman dari Jambi dan Sumatera Selatan,” tutur Ferdinal.
Pihaknya memprediksi potensi peningkatan titik panas masih ada dalam sepekan ke depan, terutama di wilayah Dharmasraya dan Pasaman Barat.
Meski BMKG memprakirakan adanya peluang hujan di beberapa titik, ancaman kebakaran hutan dan lahan tetap perlu diwaspadai secara ketat.
“Gubernur Sumatera Barat telah menerbitkan surat edaran resmi yang melarang keras masyarakat mengolah lahan dengan cara dibakar,” tegas Ferdinal.
Sebagai langkah penanganan cepat, Tim Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhutla) terus disiagakan penuh di area rawan.
“Tim di lapangan aktif melakukan ground check langsung ke titik pemantauan sekaligus mengedukasi masyarakat terkait bahaya karhutla,” pungkas Ferdinal.














