Sementara itu, Fuaddi mengatakan bahwa indeks kualitas udara di pesisir barat Sumbar dan Kota Padang masih berada pada kategori baik hingga sedang.
Kendati demikian, Fuaddi mengingatkan bahwa wilayah perbatasan, seperti Dharmasraya, Sijunjung, dan Lima Puluh Kota, mengalami penurunan mutu udara hingga level kurang sehat akibat kiriman asap dari provinsi tetangga.
”Angin membawa asap dari peningkatan titik api di Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan menuju daerah perbatasan kita, sehingga masyarakat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar,” kata Fuaddi.
Fuaddi mengatakan bahwa fenomena El Niño yang memicu kemarau kering panjang diprediksi BMKG dan BNPB mencapai puncaknya pada rentang Juli hingga September 2026 dengan dampak kekeringan yang makin terasa di Sumbar sejak Agustus.
Ia menilai bahwa kerawanan kebakaran hutan dan lahan paling tinggi mengancam kawasan lahan gambut di Pesisir Selatan, Agam, dan Pasaman Barat karena vegetasinya sangat mudah tersulut api.
Karena itu, Fuaddi meminta petani tidak membakar jerami pascapanen, melarang warga membakar sampah terbuka, dan melarang siapa pun yang memasuki hutan untuk membuang puntung rokok sembarangan.















