Kabarminang – Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menutup secara resmi kegiatan Khatam Alquran Angkatan ke-21 dan Wisuda Iqra Angkatan ke-11 TPQ/TQA Masjid Nurul Yaqin Ranah Cubadak, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Minggu (31/5/2026).
Kegiatan tersebut diawali dengan pawai ta’aruf yang diikuti 31 santri peserta Khatam Alquran dan 8 santri peserta Wisuda Iqra. Acara ini turut dihadiri unsur kecamatan, kelurahan, pengurus masjid, tokoh masyarakat, serta orang tua santri.
Dalam sambutannya, Maigus Nasir menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta memberikan selamat kepada seluruh santri yang telah menyelesaikan Khatam Alquran dan Wisuda Iqra.
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukanlah akhir dari proses pembelajaran, melainkan awal untuk terus mempelajari, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, kegiatan Khatam Alquran dan Wisuda Iqra menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat pendidikan Alquran serta membentuk generasi muda yang beriman kuat, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Pemerintah Kota Padang, lanjutnya, terus berkomitmen memperkuat pendidikan keagamaan melalui berbagai program strategis, salah satunya Program Unggulan (Progul) Smart Surau yang bertujuan menghidupkan kembali fungsi surau sebagai pusat pembinaan umat dan pengembangan karakter generasi muda.
Program Smart Surau tersebut mencakup sejumlah aktivitas, seperti Subuh Mubarokah, Remaja Masjid Reborn, fasilitasi rumah tahfidz, hingga penyediaan ruang pembelajaran digital di masjid yang dilengkapi akses WiFi gratis.
Melalui program tersebut, Pemko Padang berharap generasi muda semakin nyaman berada di surau dengan kegiatan-kegiatan positif.
Maigus juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam membentuk generasi religius dan berkarakter, sekaligus melindungi anak-anak dari pengaruh negatif seperti tawuran, balap liar, penyalahgunaan narkoba, dan perilaku menyimpang lainnya.
Ia menekankan bahwa kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat menjadi kunci dalam membangun generasi yang kuat secara iman dan unggul dalam akhlak.















