Kabarminang – Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq, mengingatkan pemudik agar mewaspadai fenomena microsleep, yaitu hilangnya kesadaran sesaat akibat kelelahan, yang menjadi ancaman serius selama puncak arus mudik Lebaran 2026.
Menurut Reza, kecelakaan lalu lintas dipengaruhi oleh empat faktor utama, kendaraan, jalan, lingkungan, dan pengemudi. Microsleep muncul murni dari faktor pengemudi yang kurang menjaga kondisi fisik.
“Microsleep itu terjadi karena faktor pengemudi, yaitu kelelahan dan mengantuk. Jika terjadi microsleep, itu jelas berasal dari pengemudi yang kurang istirahat saat berkendara,” ujar Reza kepada Sumbarkita, Rabu (18/3/2026).
Ia menekankan pentingnya mematuhi standar durasi berkendara maksimal tiga jam tanpa jeda dan menerapkan pola istirahat progresif.
“Misalnya, perjalanan awal maksimal 4 jam, sesi berikutnya kurangi jadi 3 jam, lalu 2 jam. Untuk perjalanan lintas provinsi lebih dari satu hari, sangat disarankan menggunakan dua pengemudi secara bergantian,” jelasnya.
Peringatan tersebut terbukti nyata dalam kecelakaan tunggal yang menimpa satu keluarga pemudik asal Bandung, Jawa Barat, Selasa (17/3/2026). Mobil Honda Mobilio D 1536 MI, dikemudikan R.M Haswar Gusrian (44), terjun ke jurang setelah diduga pengemudi mengalami microsleep.
Kasat Lantas Polres Sijunjung, Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, menjelaskan mobil sempat melintasi jalan berkerikil dan bergelombang sebelum akhirnya melebar ke kanan dan masuk ke dasar jurang.
“Dugaan awal karena kelelahan atau microsleep setelah menempuh perjalanan jauh dari Jawa Barat. Kondisi jalan yang panjang sangat memengaruhi konsentrasi pengemudi,” jelasnya.
Seluruh penumpang, termasuk balita Raden Muhammad Taslim (3), selamat dengan luka ringan dan kini mendapatkan perawatan di RSUD Sijunjung. Kendaraan berhasil dievakuasi oleh petugas.
Reza kembali mengimbau pemudik untuk tidak meremehkan rasa kantuk dan memanfaatkan pos-pos pelayanan atau rest area yang tersedia sepanjang jalur mudik demi keselamatan.
















