Kabarminang — Sejumlah warga di beberapa kecamatan mengeluhkan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Padang sering mengalir dalam kondisi keruh berwarna kekuningan pascabencana banjir bandang 2025.
Keluhan itu pun beredar luas di media sosial. Dilihat Sumbarkita dari sebuah unggahan di akun Instagram Sumbartalk.id, keluhan terjadi di Komplek Mega Mulia Belimbing, Kecamatan Kuranji, Lolong Belanti, Kecamatan Padang Utara, Kecamatan Kuranji, kemudian Gunung Pangilun, Kecamatan Nanggalo, dan Ulak Karang, Kecamatan Padang Utara.
Salah seorang warga Komplek Mega Mulia Belimbing, Kecamatan Kuranji, Hamdan, mengatakan, kondisi ini membuat aktivitas rumah tangga warga di kawasan tersebut menjadi terganggu. Terbaru, ia mengalami kejadian itu pada Rabu (8/7/2026) siang.
“Air di rumah saya mendadak keruh dan kotor sejak jam dua siang tadi,” ujarnya kepada Sumbarkita.
Ia mengaku kecewa dengan kejadian itu. Ia mendesak PDAM segera memberikan penjelasan dan turun ke lapangan melakukan perbaikan teknis.
“Kami sangat kecewa dengan pelayanan ini. Kami minta pihak PDAM segera buka suara dan memberi penjelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi,” tuturnya.
Perihal itu, Kepala Humas PDAM Kota Padang, Adhie Zein, mengatakan, gangguan itu terjadi akibat adanya proyek perbaikan di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun. Menurutnya, kapasitas produksi yang biasanya mencapai 500 liter per detik kini mengalami penurunan signifikan akibat dampak bencana alam.
“Kondisi air baku pada Sungai Batang Kuranji juga berubah pascabencana, sehingga memengaruhi proses pengolahan kami,” ujarnya kepada Sumbarkita pada Rabu (8/7/2026) malam.
















