Meskipun visual air terlihat kekuningan, Adhie memastikan bahwa air yang sampai ke rumah warga tersebut tetap aman untuk digunakan sehari-hari. Ia menegaskan seluruh proses produksi yang berjalan saat ini tetap mengacu pada standar kesehatan yang ketat.
“Air keruh tersebut tetap aman karena proses produksinya konsisten mengikuti syarat dan ketentuan dari Permenkes,” lanjutnya.
Ia mengakui bahwa wilayah pusat Kota Padang menjadi area yang paling terdampak oleh penurunan kualitas distribusi air ini. Ia menyebut, akan menjadikan keluhan massal dari masyarakat sebagai bahan evaluasi kerja yang krusial.
“Keluhan ini menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk bekerja lebih ekstra dalam menjaga kualitas air yang didistribusikan ke pelanggan,” tuturnya.
Saat ini, PDAM Kota Padang tengah melakukan upaya rehabilitasi dan rekonstruksi instalasi yang terganggu akibat bencana pada 2025 dengan dukungan dari pemerintah pusat melalui kerja sama dengan PT Hutama Karya.
“Kami menargetkan pekerjaan rehab rekon ini bisa rampung seluruhnya pada akhir tahun ini,” tuturnya.
Ia melanjutkan, guna melakukan pemulihan kejernihan air sebelum proyek itu selesai, PDAM Padang menjadwalkan agenda pemeliharaan rutin dengan mengerahkan petugas teknis membersihkan infrastruktur penyimpanan air utama.
“Jumat mendatang kami akan menguras reservoar atau bak penampung untuk membuang endapan material lumpur dan lumut agar air kembali higienis,” ujarnya.
















