Kabarminang – Masyarakat Nagari Kubang Putiah, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam menolak keras rencana pembangunan trase Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi karena dinilai membelah permukiman padat dan mengancam sekitar 60 persen wilayah jorong setempat.
Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Kubang Putiah, Siswandi Dt. Maleka menegaskan, masyarakat adat anak nagari pada dasarnya tidak anti terhadap program pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintah. Namun, penolakan mutlak muncul karena rute tol tersebut diproyeksikan memotong area vital masyarakat.
“Kami tidak anti pembangunan, tetapi penolakan ini muncul karena trase jalan tol direncanakan melintasi wilayah nagari adat yang padat penduduk,” ujar Siswandi dalam video yang diunggah akun Tiktok @surau_baurek, Sabtu (11/7/2026).
Menurut Siswandi jalur tol tersebut berpotensi menggusur dan merusak berbagai aset komunal adat yang menjadi identitas kaum. Aset yang terancam hilang secara masif di antaranya adalah sawah atau lahan pertanian produktif, rumah gadang, pandam pakuburan, serta harta pusako tinggi lainnya.
“Jalur ini berpotensi merusak aset komunal kami, seperti sawah produktif, rumah gadang, hingga pandam pakuburan kaum yang harus kami jaga demi masa depan anak cucu,” jelas Siswandi.
Warga juga menyoroti ancaman terhadap keberadaan bangunan bersejarah seperti Masjid Raya Nagari Kubang Putiah yang sudah berdiri kokoh sejak tahun 1901. Masyarakat mendesak Bupati Agam dan Gubernur Sumatera Barat mendengar aspirasi ini agar rute jalan tol segera dialihkan dari tanah ulayat mereka.
Menanggapi tuntutan warga, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Agam, Mhd. Lutfi menyatakan, pemerintah daerah sangat memahami gejolak aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat. Pihaknya menegaskan pentingnya mendudukkan perkara ini bersama warga secara langsung sebelum melangkah lebih jauh.
“Kami sangat memahami kekhawatiran niniak mamak terkait aset komunal ini. Bagi pemerintah, sangat penting untuk mendudukkan perkara ini bersama masyarakat terlebih dahulu,” kata Lutfi pada Minggu (12/7/2026).
















