Kabarminang – Dewi Rachmawati (23), warga Kabupaten Malang, Jawa Timur, masih berupaya menemukan ayah kandungnya, Pendri, yang kehilangan kontak dengan keluarga sejak Desember 2004.
Lebih dari dua dekade berlalu, Dewi belum memperoleh kepastian mengenai keberadaan ayahnya. Saat komunikasi terakhir terputus, ia masih berusia sekitar satu tahun sehingga tumbuh tanpa kehadiran sang ayah.
Berdasarkan cerita yang diterimanya dari sang ibu, Pendri meninggalkan rumah pada Desember 2004 dalam kondisi sakit. Saat itu, ibunya meyakini Pendri harus pergi ke suatu tempat di Sumatera Barat untuk menjalani pengobatan yang diyakini dapat menyembuhkan penyakitnya.
“Menurut ibu saya, ayah pergi dalam keadaan sakit. Katanya, sakitnya itu hanya bisa disembuhkan di sana,” ujar Dewi kepada Sumbarkita, Rabu (16/9/2026).
Dalam perjalanan tersebut, Pendri disebut didampingi oleh pamannya, yakni saudara laki-laki dari ayahnya. Setelah keberangkatan itu, komunikasi dengan keluarga perlahan terputus dan keberadaannya tidak lagi diketahui secara pasti.
Keluarga sempat menduga Pendri menjadi salah satu korban bencana tsunami karena waktu kepergiannya berdekatan dengan peristiwa tsunami Aceh pada akhir 2004. Dugaan tersebut sempat dipercaya Dewi berdasarkan cerita keluarga, meski hingga kini tidak pernah ada kepastian maupun bukti yang mengonfirmasi hal itu.
“Dulu ibu saya berpikir mungkin ayah terkena bencana tsunami karena waktunya bertepatan. Saya percaya begitu saja,” katanya.
Namun, seiring berjalannya waktu, Dewi mulai kembali memikirkan kemungkinan lain dan memutuskan melakukan pencarian melalui media sosial serta pemberitaan. Keterbatasan biaya membuatnya belum mampu datang langsung ke Sumatera Barat untuk menelusuri keberadaan ayahnya.




















