Kabarminang – Pemerintah Kota Padang menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa mulai jenjang PAUD hingga SMA/SMK akibat memburuknya kualitas udara pada Rabu (16/9/2026).
Kebijakan tersebut diambil setelah kualitas udara di Kota Padang dilaporkan memburuk sejak Selasa malam. Kondisi itu ditandai dengan indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) yang pada Rabu pagi mencapai 903.
Angka tersebut menunjukkan kondisi udara yang sangat buruk sehingga aktivitas di luar ruangan, termasuk kegiatan belajar mengajar tatap muka, dinilai perlu disesuaikan demi melindungi kesehatan peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, mengatakan seluruh sekolah yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kota Padang menghentikan sementara pembelajaran tatap muka hingga Jumat (18/9/2026).
“Kita liburkan tatap muka sampai hari Jumat (18/9/2026) dan beralih ke Pembelajaran Jarak Jauh,” kata Yopi kepada Sumbarkita, Rabu (16/9/2026).
Menurut Yopi, keputusan tersebut diambil setelah pihaknya memantau kualitas udara yang tidak kunjung membaik sejak malam sebelumnya. Bahkan, ISPU dilaporkan berada di atas 500 dan mendekati angka 900.
“Sejak semalam tingkat polusi udara tidak turun-turun, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) bahkan berada di atas angka 500 hingga mendekati 900,” ujarnya.
Selain hasil pemantauan kualitas udara, keputusan tersebut juga mempertimbangkan kekhawatiran orang tua siswa terhadap dampak kabut asap terhadap kesehatan anak.


















