“Banyak laporan dari orang tua siswa yang merasa khawatir. Bagi kami, kesehatan anak-anak jauh lebih penting dibanding hal lainnya,” tutur Yopi.
Penerapan PJJ juga berdampak terhadap agenda akademik sekolah. Salah satunya pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung mulai Senin mendatang.
Yopi mengatakan jadwal UTS akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi udara dan kebijakan pembelajaran tatap muka.
“Anak-anak sebenarnya ada agenda ujian hari Senin mendatang. Ujian Tengah Semester (UTS) tersebut nantinya akan kita geser menyesuaikan situasi,” ungkapnya.
Selama PJJ berlangsung, guru tetap menjalankan tugas untuk memastikan proses pembelajaran siswa berjalan. Para tenaga pendidik tetap bekerja dari sekolah dan melakukan pemantauan pembelajaran secara daring.
“Pemantauan PJJ tetap berjalan melalui guru. Para guru tetap bekerja dari sekolah (Work From Office) untuk memberikan materi serta tugas kepada para siswa,” kata Yopi.
SMA dan SMK di Padang Ikut PJJ
Kebijakan serupa juga diterapkan untuk jenjang SMA dan SMK di Kota Padang. Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat menyerahkan penyesuaian pembelajaran tingkat SLTA kepada pemerintah kabupaten dan kota dengan mempertimbangkan kondisi udara di masing-masing daerah.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Habibul Fuadi, mengatakan tingkat kepekatan kabut asap tidak sama di setiap daerah sehingga kebijakan pembelajaran disesuaikan dengan kondisi setempat.
“Kami menyesuaikan dengan kebijakan kabupaten dan kota masing-masing karena tingkat kepekatan kabut asap di setiap daerah berbeda,” jelas Habibul Fuadi.
Khusus untuk SMA dan SMK di Kota Padang, PJJ kembali diberlakukan mulai Kamis (17/9/2026).
“Untuk sekolah tingkat SLTA di Kota Padang, mulai besok kita terapkan PJJ kembali,” kata Fuadi.
Namun, belum ada kepastian berapa lama PJJ untuk jenjang SMA dan SMK akan berlangsung. Dinas Pendidikan Sumbar masih memantau perkembangan kualitas udara sebelum pembelajaran tatap muka kembali digelar.
“Kami memantau perkembangannya terlebih dahulu. Jika kondisi udara sudah membaik dan kondusif, pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan kembali. Namun jika belum memungkinkan, masa PJJ akan kami perpanjang melalui surat edaran berikutnya,” tutur Fuadi.


















