Dewi menyebut, salah satu petunjuk yang dimilikinya adalah kabar bahwa Pendri kembali ke kampung halaman keluarganya di Sumatera Barat. Keluarga juga pernah menerima surat pos yang menjadi salah satu komunikasi terakhir sebelum hubungan mereka benar-benar terputus.
Dalam penelusuran tersebut, Dewi memperoleh informasi mengenai Elimarni, yang disebut sebagai ibu Pendri atau neneknya. Nama dan alamat tersebut menjadi petunjuk penting untuk mencari hubungan keluarga besar ayahnya.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, Elimarni disebut beralamat di Jalan Pahlawan Nomor 220, Padang Dama, Kampung Balai Pandan, Nagari Cupak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Dewi berharap masyarakat yang mengenal Pendri, Elimarni, maupun keluarga besar mereka dapat membantu memberikan informasi mengenai keberadaan sang ayah. Ia tidak hanya ingin bertemu, tetapi juga memastikan kondisi Pendri saat ini.
“Saya ingin bertemu dengan dia. Saya juga ingin memastikan keadaannya, apakah sehat atau sudah meninggal dunia. Kalau memang sudah meninggal, saya ingin ada bukti dan kepastian,” tuturnya.
Selain itu, Dewi berharap dapat kembali menjalin silaturahmi dengan keluarga besar ayahnya, termasuk saudara-saudara Pendri yang berada di Sumatera Barat.
Ia juga menyampaikan bahwa apabila ayahnya ternyata masih hidup dan telah membangun keluarga baru, dirinya tidak bermaksud mengganggu kehidupan tersebut. Dewi hanya ingin tetap mendapat kabar sebagai anak kandung dan mengetahui keadaan ayahnya.
“Kalau beliau masih hidup dan sudah berkeluarga lagi, saya tetap ingin bisa berkabar dengan saya sebagai anaknya. Apa pun keadaannya, saya terima,” ujarnya.




















