“Perkiraan jarak lokasi gedung itu ke jalan raya atau permukiman 50 meter,” tuturnya.
Ia menambahkan, saat objek wisata Janjang Saribu masih ramai dikunjungi wisatawan, kawasan tersebut menjadi jalur menuju dasar Ngarai Sianok sehingga aktivitas masyarakat cukup tinggi. Namun, setelah kunjungan wisata menurun, aktivitas di kawasan itu juga berkurang.
Slamet mengatakan pembangunan dimulai pada Januari 2026. Saat ini, kata dia, pembangunan tinggal menunggu dukungan sarana dan prasarana sebelum mulai beroperasi pada Agustus 2026.
Ia berharap masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan kondisi lokasi maupun program Koperasi Desa Merah Putih hanya berdasarkan potongan video yang beredar di media sosial.
“Mungkin konsep ini yang belum diketahui masyarakat secara umum sehingga banyak netizen yang langsung menghakimi tanpa mengetahui konsepnya terlebih dahulu,” ujarnya.
















