Kabarminang – Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Nagari meraih peringkat pertama dengan predikat “Sangat Bagus” dalam Rating 260 Institusi Keuangan Syariah 2026 yang diselenggarakan Majalah Infobank.
Penghargaan tersebut diberikan pada kategori Unit Usaha Syariah dengan aset Rp5 triliun hingga di bawah Rp10 triliun. UUS Bank Nagari mencatatkan skor 93,45 persen, meningkat dibandingkan rating sebelumnya sebesar 90,30 persen.
Capaian tersebut ditopang kinerja keuangan UUS Bank Nagari sepanjang 2025 yang menunjukkan pertumbuhan pada sejumlah indikator utama, mulai dari aset, penghimpunan dana, pembiayaan hingga laba.
Berdasarkan data kinerja 2025 yang dimuat dalam Majalah Infobank Edisi No. 581 September 2026, total aset UUS Bank Nagari mencapai Rp6,49 triliun, tumbuh 6,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami peningkatan sebesar 3,62 persen secara tahunan menjadi Rp4,91 triliun. Sementara itu, penyaluran pembiayaan tumbuh lebih tinggi, yakni 14,66 persen menjadi Rp4,63 triliun.
Pertumbuhan pembiayaan tersebut berlangsung dengan kualitas pembiayaan yang tetap terjaga. UUS Bank Nagari mencatatkan rasio Non-Performing Financing (NPF) sebesar 1,96 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata industri UUS yang berada di level 2,09 persen.
Dari sisi pendapatan, pendapatan dari penyaluran dana meningkat 23,49 persen menjadi Rp523,55 miliar. Adapun pendapatan setelah distribusi bagi hasil mencapai Rp319,42 miliar, tumbuh 18,58 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Kinerja tersebut turut mendorong peningkatan laba tahun berjalan UUS Bank Nagari menjadi Rp224,62 miliar, atau tumbuh 15,43 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain pertumbuhan bisnis dan laba, UUS Bank Nagari juga mencatatkan indikator efisiensi yang berada di bawah rata-rata industri. Rasio BO/PO tercatat sebesar 59,92 persen, sedangkan rata-rata industri UUS mencapai 69,78 persen.
Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari, Hafid Dauli, mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap kinerja dan komitmen seluruh jajaran dalam mengembangkan bisnis perbankan syariah.
“Pencapaian ini merupakan bentuk apresiasi terhadap kinerja dan komitmen seluruh insan Bank Nagari dalam mengembangkan bisnis syariah. Bagi kami, penghargaan ini bukan hanya sebuah pencapaian, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat kepercayaan masyarakat dan menghadirkan solusi perbankan syariah yang semakin relevan,” ujar Hafid, dikutip Kamis (17/9/2026).
Menurut Hafid, pengembangan UUS Bank Nagari ke depan tidak hanya berorientasi pada peningkatan skala bisnis. Perusahaan juga akan memperkuat kualitas pembiayaan, penghimpunan dana, efisiensi, serta kontribusi perbankan syariah terhadap perekonomian daerah.
Ia menyebut, perluasan jangkauan layanan keuangan syariah dan peningkatan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian dari arah pengembangan bisnis ke depan.
“Ke depan, kami akan terus memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan syariah, memperkuat sinergi dengan berbagai pihak serta menghadirkan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha,” katanya.
Hafid menambahkan, prinsip kehati-hatian akan tetap menjadi fondasi pengembangan bisnis UUS Bank Nagari. Dengan demikian, ekspansi pembiayaan dan pengembangan layanan diharapkan dapat berjalan secara sehat dan berkelanjutan.
Peringkat pertama dalam Rating 260 Institusi Keuangan Syariah 2026 tersebut menambah catatan kinerja UUS Bank Nagari di tingkat nasional. Pada 2025, unit usaha ini membukukan aset Rp6,49 triliun, pembiayaan Rp4,63 triliun, DPK Rp4,91 triliun, serta laba tahun berjalan Rp224,62 miliar.
Bank Nagari menyatakan akan terus mendorong pengembangan layanan dan inovasi perbankan syariah, sekaligus memperluas akses masyarakat dan pelaku usaha terhadap layanan keuangan syariah.
Upaya tersebut menjadi bagian dari kontribusi UUS Bank Nagari dalam mendukung perkembangan ekonomi Sumatera Barat dan wilayah lainnya.




















