Kabarminang – Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang menggelar pelaksanaan wisuda hari pertama pada Sabtu (18/4/2026) di Gedung J, Kampus III UIN Imam Bonjol Padang, kawasan Sungai Bangek, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian wisuda ke-95 yang diikuti total 1.001 lulusan.
Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Martin Kustati, menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam membangun peradaban. Hal itu disampaikannya dalam pidato wisuda bertema “Menjadi Imam Mencerah Peradaban”.
Dalam sambutannya, Martin Kustati menyebut wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan momentum refleksi atas perjalanan panjang mahasiswa selama menempuh pendidikan. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan meraih gelar sarjana tidak lepas dari dukungan keluarga, terutama orang tua.
“Gelar sarjana yang kini anak-anakku rengkuh bukanlah piala kemenangan pribadi. Gelar ini adalah buah dari lantunan doa-doa panjang ibunda dan kristalisasi dari keringat ayahanda,” ujarnya.
Ia mengingatkan para wisudawan agar tidak melupakan jasa orang tua serta tetap rendah hati dalam menyikapi capaian akademik. Menurutnya, ijazah merupakan amanah yang mengandung tanggung jawab moral.
“Ingatlah satu hal, ijazah bukanlah sekadar kertas tanda kelulusan. Ia adalah secarik surat mandat dari peradaban,” katanya.
Martin juga menjelaskan makna tema wisuda tahun ini, yakni “Menjadi Imam Mencerah Peradaban”, yang tidak hanya dimaknai sebagai pemimpin ibadah, tetapi juga pemimpin pemikiran dan moral di tengah masyarakat.
“Menjadi imam berarti siap menjadi jantung yang memompa darah moralitas dan nalar kritis ke seluruh urat nadi masyarakat,” ujarnya.
Ia turut memberikan tiga pesan utama kepada para lulusan, yakni menjadi pribadi yang unggul dalam gagasan dan kontribusi, mampu berinovasi di tengah disrupsi teknologi, serta menjaga keteladanan dan integritas moral.
Pada kesempatan tersebut, Rektor juga mendorong lulusan agar mampu mengembangkan gagasan yang solutif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, ia menekankan pentingnya inovasi yang memadukan sains dan nilai-nilai profetik.
“Jadikan konsep Islam transformatif sebagai ruh dalam berkreasi,” tambahnya.
Sementara itu, dalam aspek keteladanan, ia mengingatkan agar para lulusan tetap menjunjung tinggi akhlak di tengah tantangan zaman yang penuh krisis integritas.
Wisuda ke-95 UIN Imam Bonjol Padang ini berlangsung selama 2 hari Pada hari pertama, sebanyak 491 wisudawan dan wisudawati mengikuti prosesi. Mereka terdiri dari 143 lulusan pascasarjana, 79 Fakultas Adab dan Humaniora, 35 Fakultas Sains dan Teknologi, serta 234 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Total keseluruhan wisudawan pada periode ini mencapai 1.001 orang.















