Kabarminang – Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, ruas Tol Padang–Sicincin dipastikan dalam kondisi siap operasional. PT Hutama Karya menyiapkan sejumlah langkah strategis, termasuk skema rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) di titik pertemuan tol dengan jalan arteri Padang–Bukittinggi.
Kesiapan ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan yang diprediksi meningkat signifikan, khususnya di kawasan Exit Tol Padang–Sicincin yang menjadi simpul krusial pergerakan pemudik.
Kepala Regional Sumatra Bagian Tengah Hutama Karya, Bromo Waluko Utomo, menegaskan seluruh aspek operasional telah dipersiapkan secara matang, mulai dari infrastruktur hingga koordinasi lintas sektor.
“Secara umum, ruas Tol Padang–Sicincin dalam kondisi siap melayani arus mudik. Kami telah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi jalan, rambu, hingga sistem operasional tol agar dapat berjalan optimal saat terjadi lonjakan kendaraan,” ujarnya, Selasa (17/2).
Ia menambahkan, koordinasi intensif juga telah dilakukan bersama Ditlantas Polda Sumbar dan Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat guna memastikan kelancaran arus lalu lintas.
“Seluruh skenario pengamanan dan rekayasa lalu lintas sudah kami siapkan. Termasuk opsi penerapan sistem one way di titik-titik krusial yang berpotensi mengalami kepadatan tinggi, terutama di pertemuan jalur tol dengan jalan nasional,” katanya.
Menurut Bromo, penerapan sistem satu arah nantinya bersifat situasional, bergantung pada kondisi lalu lintas di lapangan.
“Kami tidak serta-merta memberlakukan one way. Semua berbasis traffic counting dan pemantauan real time di lapangan. Jika volume kendaraan meningkat drastis dan berpotensi menimbulkan antrean panjang, maka skema itu akan diterapkan bersama kepolisian,” jelasnya.
















