Kabarminang – Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru–Padang Seksi Bukittinggi–Sicincin direncanakan mulai dilaksanakan pada Januari 2027. Di Kabupaten Padang Pariaman, trase jalan tol tersebut direncanakan membentang sekitar 10,48 kilometer dengan kebutuhan lahan mencapai 99,36 hektare.
Rencana tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, dalam kegiatan prasosialisasi dan dialog pembangunan jalan tol bersama Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, pihak pelaksana, dan masyarakat di Hall IKK Padang Pariaman, Senin (26/10/2026).
Kegiatan itu dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Padang Pariaman, Direktur Utama PT Hutama Karya Koentjoro beserta jajaran, Sekretaris Daerah Hendra Aswara, perwakilan instansi terkait, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), wali nagari, wali korong, niniak mamak, serta masyarakat Kecamatan 2 × 11 Kayu Tanam.
Andre mengatakan pembangunan jalan tol tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat.
Ia mengajak pemerintah daerah, Forkopimda, niniak mamak, dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama mendukung persiapan pembangunan melalui komunikasi terbuka dengan warga, terutama masyarakat yang berpotensi terdampak trase jalan tol.
Andre juga menyampaikan bahwa tanah, bangunan, dan tanaman milik masyarakat yang terdampak akan melalui proses penggantian sesuai ketentuan yang berlaku dengan mengedepankan transparansi.
Ia meminta dukungan seluruh pihak agar tahapan persiapan pembangunan berjalan lancar dan hak-hak masyarakat tetap diperhatikan.
Trase Melintasi Dua Nagari
Berdasarkan paparan rencana pembangunan, trase Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin di Kabupaten Padang Pariaman direncanakan melintasi Kecamatan 2 × 11 Kayu Tanam, khususnya Nagari Guguak dan Kapalo Hilalang.

















