Panjang trase yang berada di wilayah kabupaten tersebut diperkirakan mencapai 10,48 kilometer. Sementara itu, kebutuhan lahan atau right of way (ROW) untuk pembangunan jalan tol diperkirakan sekitar 99,36 hektare.
Rencana teknis pembangunan juga mencakup sejumlah bangunan perlintasan, seperti jembatan, terowongan bawah atau underpass, box underpass, dan overpass.
Penentuan trase turut mempertimbangkan kondisi kawasan di sekitarnya, termasuk kawasan hutan, mata air wisata, area pemakaman, Jalan Nasional Padang–Bukittinggi, bekas rel kereta api, serta jaringan listrik tegangan tinggi 150 kilovolt (kV).
Berbagai aspek tersebut menjadi bagian dari perencanaan yang perlu diperhatikan agar pembangunan dapat dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan dan infrastruktur yang telah ada.

















