Kabarminang – Dengan biaya sendiri dan tanpa banyak sorotan, Iswandi terus menyusuri hutan dan perkebunan warga di Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, demi menjaga keberadaan bunga langka Rafflesia hasseltii. Bagi pria yang akrab disapa Pak Iwan itu, upaya memantau habitat puspa langka bukan sekadar kecintaan terhadap alam, melainkan ikhtiar agar kekayaan hayati di kampungnya tetap lestari dan dapat disaksikan generasi mendatang.
Perjuangan itu kembali membawanya pada temuan titik pertumbuhan baru Rafflesia hasseltii di Jorong Calau, Nagari Sumpur Kudus Selatan, pada 1 Oktober 2026. Temuan tersebut sekaligus menguatkan kekhawatirannya terhadap ancaman kerusakan habitat dan alih fungsi lahan yang dapat mengancam kelangsungan hidup bunga langka itu.
Iwan melakukan survei lapangan seorang diri di kawasan perkebunan warga. Seluruh biaya perjalanan dan pemantauan ditanggungnya sendiri, tanpa bantuan pihak luar. Ia berupaya memastikan keberadaan bunga langka tersebut terdata sehingga kondisi habitatnya dapat terus diperhatikan.
“Saya berangkat sendiri tanpa bantuan pihak luar dan memakai biaya sendiri demi memastikan kondisi hutan tetap terpantau dengan baik,” ujar Iwan kepada Sumbarkita, Senin (26/10/2026).
Kepedulian Iwan terhadap kelestarian hutan Sumpur Kudus telah tumbuh sejak 2021. Saat itu, ia bersama rekan-rekannya yang tergabung dalam kelompok pencinta alam sedang melakukan survei keberadaan rotan manau di kawasan hutan nagari. Dalam kegiatan tersebut, mereka secara tidak sengaja menemukan Rafflesia hasseltii untuk pertama kalinya.
“Waktu itu kami sedang survei rotan manau di dalam hutan, lalu tanpa sengaja menemukan bunga Rafflesia hasseltii untuk pertama kalinya,” kata Iwan.
Sejak penemuan pertama itu, Iwan terus memantau keberadaan bunga langka tersebut. Upayanya mendapat perhatian lebih luas setelah salah satu temuan Rafflesia hasseltii di kawasan itu viral di media sosial menjelang akhir 2025.
“Waktu itu sempat viral di media sosial, dan itu membuat kami semakin bersemangat menjaga kelestariannya agar tidak dirusak tangan-tangan jahil,” ucapnya.

















