Pada hari ketiga bekerja, kondisi Yenfa memburuk hingga ia tumbang di tempat kerja. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit. Sekitar tiga jam setelah tiba di sana, Yenfa dinyatakan meninggal dunia.
Selama sekitar 16 tahun, Mardiani dan suaminya tinggal di Padang dengan mengontrak rumah. Setelah suaminya meninggal, ia membawa kelima anaknya pulang ke kampung halaman di Pesisir Selatan. Sekitar empat bulan terakhir, ia berusaha menata kehidupan keluarga dengan mengandalkan pekerjaan serabutan.
Menghidupi lima anak seorang diri
Anak tertua Mardiani kini duduk di kelas 2 SMP. Empat anak lainnya masing-masing berusia 10 tahun, 8 tahun, 5 tahun, dan 3 tahun. Dua anak paling kecil belum bersekolah.
Mardiani masih harus memikirkan kebutuhan pendidikan mereka di tengah penghasilan yang tidak menentu. Ia ingin anak-anaknya tetap bersekolah meskipun keadaan keluarga berubah setelah ayah mereka meninggal.
Di kampung halaman, Mardiani memiliki saudara. Namun, saudaranya juga memiliki tanggungan keluarga dan persoalan ekonomi masing-masing. Karena itu, Mardiani berusaha mencari penghasilan sendiri untuk memenuhi kebutuhan kelima anaknya.
Dalam keadaan sulit, Mardiani terkadang mendapat bantuan dari orang-orang di sekitarnya. Leli (50 tahun), tetangga Mardiani, mengatakan bahwa Mardiani tetap berusaha bertahan meski harus membesarkan lima anak seorang diri.
“Kami selalu menyemangati Mardiani. Dia perempuan yang kuat, tapi tentu butuh bantuan,” ucap Leli.
Di tengah kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, Mardiani juga menghadapi persoalan jaminan kesehatan. Dua anaknya yang paling kecil belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan gratis.




















