Ia menambahkan bahwa jumlah penumpang pada musim mudik tahun ini diperkirakan meningkat sekitar 12 persen dibandingkan periode Lebaran tahun lalu. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-3 Lebaran, sedangkan arus balik diperkirakan memuncak pada H+4.
Sementara itu, untuk penerbangan internasional di Bandara Internasional Minangkabau saat ini masih didominasi rute regional ke Malaysia dan Singapura.
Namun, Dony mengakui bahwa konflik di kawasan Timur Tengah turut berdampak pada penerbangan charter menuju Arab Saudi, khususnya rute menuju Jeddah.
“Yang terasa pengaruhnya itu charter flight ke Jeddah. Untuk penerbangan dari sini ke sana sementara dihentikan pada 3 sampai 18 Maret. Tetapi untuk penerbangan dari Jeddah menuju Indonesia masih dilakukan dalam rangka evakuasi atau pemulangan penumpang,” katanya.
Ia menyebutkan bahwa pada periode tersebut terdapat sekitar lima hingga delapan penerbangan yang masih akan tiba di Bandara Internasional Minangkabau, dengan salah satu rencana kedatangan dijadwalkan pada 23 Maret mendatang.
“Kita masih melihat perkembangan situasi ke depan terkait penerbangan charter tersebut,” ujarnya.















