Dalam kondisi seperti ini, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan, khususnya bagi anak-anak, lansia dan kelompok yang memiliki sensitivitas terhadap gangguan pernapasan.
Penggunaan masker saat berada di luar ruangan juga dapat menjadi langkah perlindungan tambahan, terutama ketika kondisi udara terlihat berkabut atau kualitas udara kembali memburuk.
Selain itu, warga juga perlu memperhatikan perkembangan informasi kualitas udara secara berkala agar dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari.
Kondisi udara yang memburuk di Bukittinggi menambah perhatian terhadap situasi kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir.
Meski tingkat polusi dapat berubah mengikuti kondisi cuaca dan pergerakan massa udara, tingginya konsentrasi PM2.5 menunjukkan persoalan ini tidak bisa dipandang sekadar sebagai kabut biasa.
Ketika AQI telah memasuki angka 152 dan kategori tidak sehat, masyarakat perlu lebih berhati-hati. Sebab, di balik udara yang tampak berkabut, terdapat partikel-partikel halus yang dapat ikut terhirup dan berpotensi mengganggu kesehatan.
















