“Kalau di sini tiap hari masuk. Kalau stok baru datang, kita langsung bongkar dan bisa jual lagi,” katanya.
Asrul menyebut lonjakan antrean juga dipengaruhi selisih harga yang cukup jauh antara solar subsidi dan non-subsidi. Saat ini, harga solar non-subsidi mencapai sekitar Rp27 ribu per liter, sedangkan biosolar subsidi berada di kisaran Rp6.800 per liter.
“Perbedaannya jauh, jadi banyak yang memilih solar subsidi,” ujarnya.
Ia menambahkan distribusi pasokan dari depot dilakukan secara bergiliran sehingga tidak semua SPBU menerima suplai secara bersamaan. Kondisi itu turut memengaruhi panjang antrean kendaraan di SPBU tertentu.
Dengan kembali beroperasinya SPBU di Air Pacah, antrean kendaraan di SPBU Khatib mulai berangsur normal meski masih terlihat kepadatan pada jam-jam tertentu.
















