“Saat cekcok, sopir Kijang LGX dibantu oleh sejumlah anak muda di mobil Gran Max, yang merupakan anggota keluarganya. Anak muda itu baru pulang mengikuti acara balap motor di Payakumbuh. Saat itu, terjadi saling mendorong oleh kedua pihak. Akibatnya, ada seorang yang jatuh dan perutnya kena kayu. Setelah itu, mereka bubar lagi dan melanjutkan perjalanan masing-masing,” ujar Hendra.
Saat tiba di Rumah Makan Payung Sekaki, kata Hendra, orang-orang yang berada di dalam mobil Kijang LGX dan Gran Max melihat sopir travel Daihatsu Luxio seorang diri, tanpa ada teman sopir travel lain. Di sana orang-orang tersebut mengeroyok sopir travel.
Setelah melakukan pengeroyokan, kata Hendra, orang-orang yang berada di dalam mobil Kijang LGX dan Gran Max kabur ke arah pintu tol Pekanbaru di Kabupaten Kampar, Riau. Karena takut, mereka menabrak portal tol sehingga membuat portal tersebut rusak. Akibatnya, mereka dibawa oleh angota Polsek Tambang.
“Kepada anggota Polsek Tambang, mereka mengaku takut dikejar oleh sopir travel. Setelah menyelesaikan masalah itu di polsek, mereka pergi,” ucap Hendra.
Sementara itu, sopir travel Daihatsu Luxio kembali ke Pangkalan untuk melaporkan pengeroyokan tersebut ke polsek setempat. Hendra menyebut bahwa sopir itu melapor pukul 6.00 WIB. Setelah melapor, katanya, anggota polsek membawanya untuk visum di puskesmas.
“Korban luka memar di wajah. Dia kemudian pergi visum ke RSUD di Payakumbuh,” ucap Hendra.
Setelah mengetahui sopir travel melapor ke Polsek Pangkalan, kata Hendra, para pengeroyok juga kembali ke Pangkalan untuk melapor ke polsek. Ia menyebut bahwa para pengeroyok melapor pukul 7.00 WIB.
Sementara itu, kata Hendra, penanggung jawab travel dan keluarga para pengeroyok sudah bertemu di Polsek Pangkalan. Ia menyebut kedua pihak sudah bersilaturahmi dan tertawa bersama.















