Ia menilai tingkat kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan angka kecelakaan di jalur kereta api.
“Kami berharap dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, kita dapat bersama-sama meminimalisir terjadinya kecelakaan di perlintasan sebidang,” katanya.
Untuk menekan risiko kecelakaan, PT KAI Divre II Sumatera Barat terus melakukan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat di sekitar jalur rel kereta api.
Reza menyebut sosialisasi dilakukan secara intensif, baik di perlintasan sebidang maupun di lingkungan pendidikan serta masyarakat sekitar jalur rel.
“Sejauh ini kami terus gencar melakukan sosialisasi, baik di perlintasan sebidang, ke sekolah-sekolah, maupun secara door to door kepada masyarakat yang tinggal di sekitar jalur kereta api,” ujarnya.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan agar tidak melakukan aktivitas di sekitar rel kereta api karena jalur tersebut hanya diperuntukkan bagi operasional kereta.
“Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di sekitar jalur kereta api,” katanya.
Ia menambahkan bahwa hingga saat ini pihaknya telah melakukan sosialisasi keselamatan di lima titik perlintasan sebidang di wilayah operasional Divre II Sumatera Barat, termasuk di kawasan Stasiun Tarandam.
“Saat ini kami telah melakukan sosialisasi di lima titik perlintasan sebidang di wilayah operasional Divre II Sumatera Barat,” ujarnya.
















