Kabarminang — Dua kebakaran terjadi di Bukittinggi pada Jumat (1/5/2026). Sebanyak 22 bangunan terbakar dalam peristiwa itu.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bukittinggi, Joni Feri, mengatakan bahwa pihaknya menerima informasi kebakaran di Kelurahan Bukik Apit Puhun, Kecamatan Guguk Panjang, sekitar pukul 12.16 WIB dari warga. Ia menyebut bahwa rumah yang terbakar itu milik warga bernama Mak Nyak (55 tahun), ibu rumah tangga.
Untuk memadamkan kebakaran itu, pihaknya mengerahkan enam mobil damkar dan 25 personel. Joni menginformasikan bahwa pemadaman dibantu oleh dua mobil damkar dari Agam. Ia menyebut bahwa petugas berhasil menangani kebakaran itu pukul 13.10 WIB.
Setelah itu, pihaknya mendapatkan laporan kebakaran di RT 03 RW 02, Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguk Panjang, pukul 15.57 WIB. Di sana 21 bangunan terbakar. Joni mengatakan bahwa dari 21 bangunan itu, 10 bangunan di antaranya merupakan kedai dan empat rumah semi permanen di atas rel kereta api, sedangkan 7 bangunan lagi merupakan rumah toko (ruko).
Untuk memadamkan kebakaran itu, pihaknya menerjunkan enam mobil damkar. Karena kebakarannya besar, katanya, pemadaman dibantu oleh dua mobil damkar Padang Panjang, dua mobil damkar Agam, satu mobil damkar Payakumbuh, satu mobil damkar Limapuluh Kota, satu mobil damkar Kabupaten Solok, satu mobil damkar Kota Solok, satu mobil damkar Tanah Datar, dan satu mobil damkar Padang Pariaman.
“Total seratus petugas damkar yang menangani kebakaran tersebut dari berbagai daerah. Pemadaman selesai dilakukan sepenuhnya pukul 19.40 WIB,” ucap Joni.
Joni menginformasikan bahwa kerugian materiel akibat kebakaran itu mencapai Rp3 miliar.
Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Masyarakat (Humas) Polresta Bukittinggi, Iptu Gunawan, mengatakan bahwa Al Jefri (45), seorang anggota Satlinmas, saat melintas di kawasan tersebut melihat api mulai membesar dari salah satu warung milik warga bernama Winda, yang berlokasi di Jalan Hafid Jalil. Ia menyebut bahwa bangunan yang sejajar memudahkan api merambat dengan liar ke 11 bangunan semi permanen lainnya di sepanjang rel kereta api.















