Selain memperkuat sumber daya manusia internal, Damkar Sijunjung juga mendorong optimalisasi peran Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) di tingkat nagari.
Meski relawan sudah terbentuk di seluruh nagari, peran mereka dinilai belum maksimal karena keterbatasan peralatan serta dukungan anggaran operasional. Padahal, keberadaan relawan sangat penting untuk mempercepat waktu tanggap atau response time 15 menit, terutama di wilayah yang jauh dari jangkauan pos pemadam kebakaran.
Syamsurijal menegaskan, optimalisasi Redkar dapat menjadi kunci penanganan awal sebelum armada utama tiba di lokasi kejadian.
“Kita akan mengupayakan kolaborasi pemerintah daerah, nagari, masyarakat, dan dunia usaha untuk memperkuat Redkar ini. Kami juga siap memberikan pelatihan setiap tahunnya agar mereka cakap dalam penanganan awal,” jelasnya.
Sebelumnya, Damkar Sijunjung juga mengakui keterbatasan armada operasional. Saat ini instansi tersebut hanya memiliki tujuh unit kendaraan pemadam kebakaran, bahkan satu di antaranya merupakan mobil produksi tahun 1981 yang masih digunakan untuk kegiatan sosialisasi dan suplai air.
Kondisi tersebut membuat penguatan personel dan relawan menjadi langkah penting untuk menjaga kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi kebakaran.
















