Hal senada disampaikan Wiga (54), warga Jati, Kecamatan Padang Timur. Ia mengatakan anaknya yang duduk di kelas 1 SMA sedang mengalami flu.
Ia berharap anak-anak yang kondisi kesehatannya sedang terganggu tidak dipaksakan mengikuti aktivitas sekolah, terlebih ketika kondisi udara masih dipengaruhi kabut asap.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang, Yopi Krisvola, mengatakan keputusan kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka diambil berdasarkan hasil pemantauan kondisi polusi udara.
Menurut Yopi, kondisi polusi udara di Kota Padang telah mengalami penurunan. Selain itu, pihaknya mempertimbangkan waktu pelaksanaan ujian yang semakin dekat.
“Di setiap sekolah sekarang diwajibkan mengadakan masker,” kata Yopi Krisvola saat dikonfirmasi, Senin (14/9/2026) malam.
Yopi mengatakan sekolah juga diminta melakukan langkah antisipasi untuk melindungi siswa selama kondisi udara belum sepenuhnya membaik.
Ia menegaskan tidak diperbolehkan adanya kegiatan di luar ruangan selama pembelajaran tatap muka berlangsung.
“Sekarang ekstrakurikuler, apel pagi atau kegiatan lain di luar ruangan dilarang,” ujarnya.
Selain itu, penggunaan masker diwajibkan bagi siswa maupun orang tua yang datang ke sekolah.
















