Kamis, Desember 11, 2025
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
No Result
View All Result
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
kabarminang.com
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis

Sekilas Tradisi Berburu Babi di Minangkabau

Juni Fitra Yenti
Jumat, 15 November 2024 15:53
in Kabar Sumbar
Tradisi berburu babi di Sumbar

Tradisi berburu babi di Sumbar


Kabarminang.com – Ceramah Buya Zulherwin, seorang ulama asal Sumatera Barat menuai kontroversi usai menyinggung kebiasaan berburu babi di Minangkabau, yang dianggap menyinggung komunitas pemburu babi.

Ceramah Buya Zulherwin yang viral di media sosial itu menyampaikan kritik terhadap tradisi berburu babi dengan anjing di Ranah Minang. Dalam ceramah tersebut, dia membandingkan kebiasaan tersebut dengan pengalamannya tumbuh di Medan. Dia bilang ia tidak pernah melihat orang Batak Kristen berburu bersama anjing.

“Pergi ke Padang Panjang, berburu bisa. Mohon maaf bapak ibu, saya besar di Medan, tidak pernah melihat orang Batak Kristen berboncengan dengan anjing,” ujar Buya dalam ceramahnya. Ia juga menambahkan bahwa kebiasaan membawa anjing saat berburu tidak sesuai dengan budaya Minangkabau yang dikenal religius.

Buntut ceramah tersebut, Persatuan Olahraga Buru Babi (Porbbi) Sumbar pun melaporkan Buya Zulherwin ke Polda Sumbar atas dugaan ujaran kebencian, Kamis (14/11).

Sekilas Tradisi Berburu Babi di Minangkabau

Zainal Arifin dalam sebuah jurnal Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas berjudul ‘Buru Babi: Politik Identitas Laki-laki Minangkabau‘ (halaman 35) menuliskan, buru babi adalah aktivitas yang umum dilakukan laki-laki Minangkabau jauh sebelum Islam masuk dan berkembang di Minangkabau.

Tradisi berburu babi pun telah memiliki kelompok besar yang bernama Porbbi (Persatuan Olahraga Buru Babi Indonesia). Biasanya setiap akhir pekan kelompok ini berburu terutama di hari libur dengan membawa beberapa ekor anjing sebagai binatang pemburu.

Hingga saat ini bentuk permainan rakyat itu terus diwariskan turun-temurun dari satu generasi ke generasi. Berikut alasan berburu babi di Minangkabau:

Pengendalian Populasi Babi Hutan: Salah satu alasan utama berburu babi adalah untuk mengendalikan populasi babi hutan (Sus scrofa). Babi hutan dikenal sebagai hewan yang merusak tanaman pertanian, sehingga keberadaannya dianggap merugikan bagi petani. Dalam konteks ini, berburu babi sering kali dipandang sebagai cara untuk menjaga keseimbangan ekosistem serta melindungi hasil pertanian.

Kegiatan Sosial dan Budaya: Berburu babi di Minangkabau sering dilakukan dalam bentuk kegiatan sosial atau tradisional yang melibatkan komunitas. Dalam beberapa kasus, kegiatan berburu ini juga bisa menjadi bagian dari upacara adat atau perayaan tertentu. Biasanya, berburu babi dilakukan dalam kelompok yang terdiri dari pria-pria dewasa, dan bisa melibatkan teknik berburu yang beragam, mulai dari menggunakan anjing pelacak hingga perangkap.

Simbol Keberanian dan Kehormatan: Dalam beberapa budaya tradisional, berburu babi bisa dianggap sebagai ujian keberanian dan kemampuan berburu seseorang. Keberhasilan dalam berburu babi, terutama babi hutan yang besar, sering kali dihargai sebagai simbol kehormatan dalam komunitas.


Tags: Berburu Babiviral

Berita Terkait

Jenazah Perempuan Ditemukan Tertimbun Material Banjir di Padang Pariaman

Jenazah Perempuan Ditemukan Tertimbun Material Banjir di Padang Pariaman

11 Desember 2025
Warung Kopi di Padang Ditertibkan, Minuman Beralkohol Disita

Warung Kopi di Padang Ditertibkan, Minuman Beralkohol Disita

11 Desember 2025
Pemko Padang Panjang Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana Hingga 13 Desember 2025

Pemko Padang Panjang Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana Hingga 13 Desember 2025

11 Desember 2025
BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem di Sumbar pada 11–13 Desember 2025

BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem di Sumbar pada 11–13 Desember 2025

11 Desember 2025
Data Terbaru Bencana Sumbar: 240 Meninggal dan 93 Hilang, Lebih dari 16 Ribu Warga Mengungsi

Data Terbaru Bencana Sumbar: 240 Meninggal dan 93 Hilang, Lebih dari 16 Ribu Warga Mengungsi

11 Desember 2025
Wali Kota Pariaman Salurkan Bantuan Beras Bapanas untuk Warga Terdampak Banjir dan Longsor

Wali Kota Pariaman Salurkan Bantuan Beras Bapanas untuk Warga Terdampak Banjir dan Longsor

10 Desember 2025
Next Post
Pj Wali Kota Payakumbuh Tinjau Pasar Ibuh Tindaklanjuti Isu Beredarnya Daging Sapi Positif Rabies, Pastikan Daging yang Beredar Aman

Pj Wali Kota Payakumbuh Tinjau Pasar Ibuh Tindaklanjuti Isu Beredarnya Daging Sapi Positif Rabies, Pastikan Daging yang Beredar Aman

Tinggalkan Komentar

TERPOPULER

Pria Tanpa Identitas Diduga Coba Bunuh Diri dari Atap Masjid di Solok

Pria Tanpa Identitas Diduga Coba Bunuh Diri dari Atap Masjid di Solok

9 Desember 2025

Update Korban Banjir dan Longsor di Sumatera: 776 Orang Meninggal, 564 Masih Hilang

39 Korban Galodo Jalan Padang–Bukittinggi Teridentifikasi, Ini Identitasnya

7 Desember 2025

Misteri Ribuan Kubik Kayu Gelondongan Asal Sumbar yang Nyasar di Lampung dan Jawa Timur

Misteri Ribuan Kubik Kayu Gelondongan Asal Sumbar yang Nyasar di Lampung dan Jawa Timur

6 Desember 2025

Korban 1.200 Jiwa, Kenapa Bencana Sumatera Belum Ditetapkan sebagai Bencana Nasional?

Korban 1.200 Jiwa, Kenapa Bencana Sumatera Belum Ditetapkan sebagai Bencana Nasional?

8 Desember 2025

Dinas Kehutanan Sumbar Jelaskan Dua Kasus Kayu Mentawai di Lampung dan Gresik

Dinas Kehutanan Sumbar Jelaskan Dua Kasus Kayu Mentawai di Lampung dan Gresik

5 Desember 2025

Mobil Patwal Polisi Tabrak Truk di Kabupaten Solok, Kawal Ambulans Bawa Jenazah

Mobil Patwal Polisi Tabrak Truk di Kabupaten Solok, Kawal Ambulans Bawa Jenazah

3 Desember 2025

29 Korban Galodo Jalan Padang-Bukittinggi Teridentifikasi, Jenazah Ditemukan Bertambah

Data Terbaru Korban Bencana Sumbar: 210 Orang Meninggal, 214 Hilang

5 Desember 2025

Informasi

  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Berita

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau

© 2025 Kabarminang.com

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Artikel & Opini
  • Bank Nagari
  • DPRD Sumatera Barat
  • Ekonomi & Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Ranah Minang
  • Pilkada
  • Politik
  • PT Semen Padang
  • Ramadhan
  • Tekno
  • Kabar Sumbar
  • Kabupaten Dharmasraya
  • Kabupaten Limapuluh Kota
  • Kabupaten Padang Pariaman
  • Kabupaten Pasaman Barat
  • Kabupaten Sijunjung
  • Kabupaten Solok
  • Kabupaten Solok Selatan
  • Kota Bukittinggi
  • Kota Padang
  • Kota Padang Panjang
  • Kota Pariaman
  • Kota Payakumbuh
  • Kota Solok
  • Kabar Rantau

© 2025 KabarMinang.com.