Petugas kemudian menemui korban di tempat kerjanya sebagai satpam di salah satu perusahaan di Bonjol pada pukul 15.00 WIB untuk dimintai keterangan.
Awalnya, korban mengaku menjadi korban pembegalan. Namun, setelah dilakukan pendalaman dan ditemukan sejumlah kejanggalan, korban akhirnya mengakui bahwa cerita tersebut hanyalah rekayasa.
“Korban mengaku sengaja membuat cerita itu dengan harapan mendapat bantuan biaya dari keluarganya untuk membayar cicilan pertama kredit sepeda motor yang jatuh tempo pada 1 Mei 2026,” jelas Fion.
Diketahui, korban sebelumnya telah menerima gaji pada 24 April 2026, namun uang tersebut telah habis untuk membayar utang.
Polisi juga menemukan kejanggalan lain, seperti tidak adanya panggilan telepon kepada keluarga seperti yang diklaim, serta kronologi yang tidak logis, termasuk barang-barang korban yang tidak diambil pelaku.
Setelah mengakui perbuatannya, korban diminta membuat video klarifikasi dan permintaan maaf kepada masyarakat. Ia menyatakan bahwa kejadian pembegalan tersebut tidak pernah terjadi.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi, serta tidak menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya.















