Kabarminang – Pantai Muaro Lasak, Kota Padang, Sumatera Barat, masih dipenuhi sampah sisa banjir bandang yang terjadi pada November 2025. Kondisi ini mengganggu estetika kawasan wisata yang menjadi salah satu ikon kota tersebut.
Pantauan di lapangan menunjukkan material kayu, plastik, hingga sampah rumah tangga masih menumpuk di bibir pantai dan tersangkut di sela-sela batu pemecah ombak. Sebagian sampah bahkan terjepit di antara batu, sehingga menyulitkan proses pembersihan secara manual.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yudi Indra Syani, mengakui bahwa penanganan sampah sisa bencana galodo di kawasan tersebut belum sepenuhnya tuntas. Meski volume sampah disebut mulai berkurang, kondisi di lapangan masih dinilai mengganggu kenyamanan pengunjung.
“Untuk sisa sampah galodo, kami akan berkoordinasi kembali dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk proses pembersihan selanjutnya,” ujar Yudi kepada Sumbarkita, Kamis (30/4/2026).
Ia menjelaskan, lambannya pembersihan tidak terlepas dari kendala teknis di lapangan, terutama karena banyak sampah yang tersangkut di struktur batu pemecah gelombang.
Selain di kawasan pesisir, Yudi menyebut bencana alam juga berdampak pada sejumlah destinasi wisata lain di Kota Padang, khususnya di wilayah pegunungan dan aliran sungai seperti Batu Busuk, Lubuk Minturun, dan Lubuk Lukum.
Pemerintah Kota Padang saat ini membagi fokus untuk memulihkan akses dan fasilitas di lokasi-lokasi yang mengalami kerusakan cukup parah. Infrastruktur yang terdampak, seperti jalan dan jembatan yang terputus, menjadi tantangan dalam percepatan pemulihan sektor pariwisata.
Menurut Yudi, perbaikan infrastruktur tersebut membutuhkan dukungan anggaran yang besar. Karena itu, Pemko Padang telah mengajukan usulan dana rehabilitasi pascabencana kepada pemerintah pusat.
“Kami mengusulkan anggaran perbaikan jalan dan jembatan melalui dana rehabilitasi dari pusat,” tegasnya.
Ia menambahkan, kondisi penumpukan sampah di Pantai Muaro Lasak sempat sangat parah pascabencana. Namun, proses pembersihan dipastikan terus berjalan secara bertahap sesuai kemampuan teknis di lapangan.
















