Kabarminang – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (8/6/2026). Berdasarkan data Google Finance hingga pukul 17.00 WIB, kurs USD/IDR berada di level Rp18.180,03 per dolar AS.
Posisi tersebut naik sekitar 144 poin atau 0,80 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp18.036 per dolar AS. Kenaikan ini menandakan dolar AS semakin menguat, sementara rupiah terus mengalami tekanan di pasar keuangan.
Grafik perdagangan harian menunjukkan dolar AS bergerak menguat sejak awal sesi perdagangan. Setelah sempat berada di kisaran Rp18.000 pada pagi hari, mata uang Negeri Paman Sam itu terus menanjak hingga menembus level Rp18.180 menjelang sore.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap perkembangan ekonomi global. Penguatan dolar AS juga didorong oleh tingginya permintaan aset-aset berdenominasi dolar yang masih dianggap sebagai instrumen aman di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
Level Rp18.180 menjadi salah satu posisi tertinggi dolar AS terhadap rupiah dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini menambah tekanan terhadap berbagai sektor yang bergantung pada impor bahan baku maupun pembayaran kewajiban dalam mata uang asing.
Bagi dunia usaha, pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan biaya produksi, terutama bagi perusahaan yang masih mengandalkan bahan baku impor. Sementara bagi masyarakat, kondisi ini dapat berdampak pada kenaikan harga sejumlah barang yang memiliki komponen impor cukup besar.
Di sisi lain, pelemahan rupiah juga memberikan keuntungan bagi pelaku usaha berorientasi ekspor karena nilai penerimaan dalam dolar AS menjadi lebih besar ketika dikonversi ke rupiah. Namun manfaat tersebut belum tentu mampu menutupi tekanan yang dirasakan sektor-sektor lain.
Bank Indonesia sebelumnya menyatakan akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Otoritas moneter juga menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah dinamika ekonomi global yang masih berlangsung.
Dengan posisi dolar AS yang telah berada di atas Rp18.100 dan bahkan menyentuh Rp18.180 pada perdagangan Senin sore, pelaku pasar kini menantikan langkah lanjutan Bank Indonesia serta perkembangan ekonomi global yang dapat memengaruhi arah pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan.
















