Kabarminang – Setelah sempat melemah pada perdagangan sebelumnya, dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan penguatan terhadap rupiah. Pergerakan ini membuat kurs USD/IDR kembali mendekati level Rp17.840 per dolar AS.
Berdasarkan data Google Finance yang diakses pada Senin (22/6/2026) sore, nilai tukar dolar AS berada di posisi Rp17.838,99 per dolar AS. Angka tersebut naik 0,25 persen atau sekitar 44 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.795.
Pergerakan intraday menunjukkan dolar AS sempat bergerak di kisaran Rp17.780 sebelum perlahan menguat sepanjang perdagangan. Menjelang siang, kurs sempat menyentuh level tertinggi di kisaran Rp17.850 sebelum kembali bergerak stabil di sekitar Rp17.839 per dolar AS.
Penguatan dolar membuat rupiah kembali berada di bawah tekanan setelah sehari sebelumnya sempat mencatatkan penguatan. Fluktuasi tersebut menunjukkan pasar masih bergerak dinamis di tengah berbagai sentimen ekonomi global yang memengaruhi nilai tukar mata uang.
Bagi masyarakat yang menyimpan dolar AS sebagai instrumen investasi maupun lindung nilai, kenaikan kurs ini menjadi perkembangan yang patut diperhatikan. Sebaliknya, bagi pelaku usaha yang bergantung pada impor, menguatnya dolar berpotensi meningkatkan biaya pembelian barang dari luar negeri apabila tren ini berlanjut.
Pergerakan nilai tukar juga menjadi perhatian pelaku pasar karena dapat memengaruhi berbagai sektor, mulai dari perdagangan internasional, industri yang menggunakan bahan baku impor, hingga sentimen di pasar keuangan domestik.
Meski demikian, arah pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan masih sangat bergantung pada perkembangan ekonomi global, kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, serta arus modal asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia.
Data kurs mengacu pada Google Finance yang diakses pada Senin (22/6/2026) sore. Nilai tukar dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar.
















