Kabarminang – Memasuki musim liburan sekolah tahun ini, Pantai Gandoriah di Kota Pariaman menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Sumatra Barat.
Pada akhir pekan Sabtu–Minggu (26–28 Juni 2026), kawasan pantai ini akan menjadi pusat pelaksanaan Festival Tabuik, tradisi budaya dan keagamaan tahunan yang setiap tahun menarik ribuan wisatawan lokal maupun luar daerah.
Akses menuju Pantai Gandoriah juga semakin mudah dengan layanan Kereta Api Pariaman Ekspres yang melayani rute Pauh Lima–Padang–Pariaman–Naras. Perjalanan ini menawarkan pemandangan hamparan sawah hijau dan desa-desa tradisional Minangkabau, dengan tarif terjangkau sekitar Rp5.000. Lokasi pantai pun hanya berjarak sekitar 200 meter dari stasiun, sehingga menjadi pilihan transportasi favorit wisatawan.
Festival Tabuik merupakan rangkaian peringatan Asyura yang biasanya berlangsung pada 1–10 Muharram. Rangkaian acara Tabuik sendiri meliputi berbagai prosesi adat, mulai dari Maambiak Tanah, Manabang Batang Pisang, Maradai, Turun Panja, Maatam, Maarak Jari-Jari, Maarak Saroban, Tabuik Naiak Pangkek, hingga puncak Tabuik Dibuang Ka Lauik.
Pada puncak acara, Minggu pagi pukul 05.00 WIB akan digelar prosesi Tabuik Naiak Pangkek, Tabuik Subarang, dan Tabuik Dihoyak yang diiringi pertunjukan gendang tradisional, tari, silat Minangkabau, serta berbagai kesenian di panggung utama Muaro Pantai Gandoriah.
Sore harinya, prosesi akan ditutup dengan momen pembuangan tabuik ke laut pada pukul 18.00 WIB, yang menjadi bagian paling ditunggu masyarakat dan wisatawan.
Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, menekankan pentingnya menjaga keaslian tradisi dalam setiap prosesi, sekaligus memastikan kesiapan infrastruktur seperti parkir, rekayasa lalu lintas, serta kenyamanan pengunjung.
Ia juga menegaskan bahwa event ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi lokal, mulai dari sektor kuliner, kerajinan tangan, hingga penginapan. Dinas terkait seperti Lingkungan Hidup, Kesehatan, dan Satpol PP diminta untuk memastikan kebersihan dan keamanan selama kegiatan berlangsung.
Selain itu, akan digelar berbagai atraksi budaya Minangkabau, pertunjukan seni tradisional dan modern, Tabuik Culture Fashion Festival, Festival Kuliner Tradisional Piaman, serta bazar ekonomi kreatif yang melibatkan pelaku UMKM.
Pemerintah berharap seluruh rangkaian kegiatan ini tidak hanya menjadi pelestarian budaya, tetapi juga mampu meningkatkan kunjungan wisata dan perputaran ekonomi masyarakat Kota Pariaman.
















