Kabarminang – Perekonomian Provinsi Sumatera Barat pada triwulan II 2026 tumbuh 4,54 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y). Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tercatat mencapai Rp95,50 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan sebesar Rp54,06 triliun.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, mengatakan capaian tersebut menunjukkan berlanjutnya pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat dan menguatnya kinerja sejumlah sektor unggulan di daerah.
“Jika dibandingkan dengan triwulan I 2026 (quarter-to-quarter/q-to-q), ekonomi Sumatera Barat tumbuh 1,08 persen, sedangkan secara kumulatif selama semester I 2026 terhadap semester I 2025 tercatat tumbuh sebesar 4,77 persen,” ujar Hasanudin dalam rilis resmi di Gedung BPS Sumbar, Padang, Rabu (5/8/2026).
Secara triwulanan, lapangan usaha pengadaan listrik dan gas mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 12,13 persen. Posisi berikutnya ditempati sektor jasa lainnya yang tumbuh 7,98 persen serta administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib sebesar 7,43 persen.
Sementara itu, secara tahunan, pertumbuhan tertinggi berasal dari sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang melonjak 17,57 persen. Sektor administrasi pemerintahan tumbuh 8,95 persen dan pengadaan listrik serta gas meningkat 8,69 persen.
Sektor-sektor utama yang selama ini menjadi penopang ekonomi daerah juga menunjukkan kinerja positif. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh 5,38 persen, sektor konstruksi meningkat 5,98 persen, sedangkan perdagangan besar dan eceran naik 4,94 persen.
Meski demikian, BPS mencatat sektor transportasi dan pergudangan mengalami kontraksi 0,45 persen secara tahunan. Pelemahan secara triwulanan juga terjadi pada sektor industri pengolahan dan jasa keuangan.
Dari sisi struktur ekonomi, lima sektor utama masih mendominasi perekonomian Sumatera Barat dengan kontribusi mencapai 66,53 persen terhadap total PDRB. Sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 21,98 persen, diikuti perdagangan sebesar 16,50 persen.















