Berdasarkan komponen pengeluaran, ekspor barang dan jasa menjadi komponen yang tumbuh paling tinggi secara tahunan, yakni 36,73 persen. Selain itu, pengeluaran konsumsi pemerintah meningkat 9,84 persen dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tumbuh 7,03 persen.
Hasanudin menjelaskan konsumsi rumah tangga masih menjadi penggerak utama ekonomi daerah dengan kontribusi sebesar 50,79 persen terhadap PDRB. Adapun investasi atau PMTB menyumbang 29,17 persen.
Dalam lingkup regional, Sumatera Barat berkontribusi sebesar 6,55 persen terhadap total PDRB Pulau Sumatera dan menempati peringkat keenam dari 10 provinsi di wilayah tersebut.
Sementara berdasarkan laju pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 4,54 persen, Sumatera Barat berada di posisi kedelapan di Pulau Sumatera. Kontribusi provinsi ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional tercatat sebesar 1,47 persen.
“Secara keseluruhan, kinerja ekonomi Sumatera Barat tetap solid dengan penguatan daya beli dan geliat pariwisata yang stabil, meskipun dinamika perdagangan antarwilayah terus bergerak dinamis,” kata Hasanudin.
















