Kabarminang – Nilai tukar rupiah masih bergerak di kisaran Rp17.900 terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Hingga perdagangan Kamis (3/7/2026) siang, posisi mata uang Garuda belum mampu menjauh dari level psikologis Rp18.000 per dolar AS.
Berdasarkan data Google Finance, kurs dolar AS berada di level Rp17.958,996 per dolar AS pada pukul 06.03 UTC. Posisi tersebut naik sekitar 0,08 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.945 per dolar AS.
Pergerakan tersebut menunjukkan nilai tukar rupiah masih berada di rentang yang sama seperti beberapa hari terakhir. Meski sempat bergerak naik dan turun dalam perdagangan harian, kurs dolar AS tetap bertahan di kisaran Rp17.900 per dolar.
Sejak pekan lalu, nilai tukar rupiah beberapa kali bergerak mendekati level Rp18.000 per dolar AS. Namun hingga perdagangan hari ini, kurs dolar AS belum kembali menembus angka tersebut.
Bagi pelaku usaha, pergerakan nilai tukar rupiah menjadi salah satu indikator yang terus dipantau, terutama bagi sektor yang memiliki aktivitas impor maupun transaksi menggunakan mata uang dolar AS.
Selain dunia usaha, perubahan kurs juga menjadi perhatian masyarakat yang memiliki kebutuhan transaksi internasional, seperti perjalanan ke luar negeri, pembayaran pendidikan, maupun pembelian barang dari luar negeri yang menggunakan mata uang asing.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dipengaruhi berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, data Google Finance yang ditampilkan hanya menunjukkan pergerakan nilai tukar tanpa menjelaskan faktor penyebab perubahan kurs tersebut.
Karena itu, perkembangan nilai tukar rupiah masih akan menjadi perhatian pelaku pasar dalam beberapa hari ke depan, terutama untuk melihat apakah mata uang Garuda mampu menjauh dari kisaran Rp17.900 per dolar AS atau kembali mendekati level Rp18.000.
















