Kabarminang – RSUD Parit Malintang resmi berganti nama menjadi RSUD Muslim Kasim. Perubahan nama tersebut diresmikan Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis bersama Wakil Bupati Rahmat Hidayat di kompleks RSUD Muslim Kasim, Parik Malintang, Senin (21/9/2026).
Perubahan nama ini menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman untuk mengabadikan nama almarhum Muslim Kasim, yang dinilai memiliki jasa dalam pembangunan daerah, termasuk penguatan pelayanan kesehatan masyarakat.
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis mengatakan perubahan nama rumah sakit tersebut bukan sekadar pergantian identitas.
“Hari ini bukan sekadar seremoni pergantian nama sebuah rumah sakit. Hari ini adalah momentum bersejarah untuk mengenang, menghargai dan mengabadikan jasa seorang putra terbaik Padang Pariaman, Bapak Muslim Kasim, yang telah memberikan dedikasi luar biasa terhadap pembangunan daerah Kabupaten Padang Pariaman,” ujar Bupati.
Menurut John Kenedy, Muslim Kasim merupakan sosok yang memiliki perhatian terhadap pembangunan daerah dan pelayanan kesehatan masyarakat. Karena itu, nama tersebut diharapkan menjadi simbol penghormatan sekaligus sumber inspirasi bagi jajaran rumah sakit.
Ia menegaskan, penyematan nama Muslim Kasim tidak boleh berhenti pada perubahan identitas rumah sakit.
“Pemberian nama RSUD Muslim Kasim bukan sekadar pergantian identitas, tetapi merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa, pemikiran serta pengabdian beliau kepada daerah yang kita cintai ini,” katanya.
Bupati meminta seluruh tenaga kesehatan, tenaga penunjang, dan civitas RSUD Muslim Kasim menjadikan perubahan nama tersebut sebagai momentum memperkuat pelayanan. Ia mendorong peningkatan kompetensi, inovasi, tata kelola, serta pelayanan yang profesional, humanis, cepat, aman, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Dorong Rekrutmen Dokter Profesional
Selain perubahan nama, John Kenedy juga menegaskan komitmen pemerintah daerah memperkuat sumber daya manusia di RSUD Muslim Kasim.
Ia meminta Dinas Kesehatan bersama direktur rumah sakit melakukan langkah konkret untuk merekrut dokter profesional sesuai kebutuhan pelayanan.
“Kami bersama Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur rumah sakit akan berupaya merekrut dokter-dokter profesional di sini, sehingga rumah sakit ini bisa sejajar dengan rumah sakit-rumah sakit lainnya di Provinsi Sumatera Barat,” tegasnya.
Menurutnya, penguatan sumber daya manusia harus berjalan beriringan dengan peningkatan sarana prasarana dan tata kelola rumah sakit.
“Kepercayaan masyarakat adalah aset terbesar rumah sakit. Karena itu, mari kita jaga bersama kepercayaan tersebut dengan pelayanan yang ramah, santun dan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Bupati Tegaskan Tak Boleh Ada Masyarakat Ditolak Berobat
Dalam kesempatan itu, John Kenedy juga menegaskan komitmen Pemkab Padang Pariaman terhadap akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, terutama warga kurang mampu.
Ia menyebut tidak ada rumah sakit maupun puskesmas di Padang Pariaman yang menolak masyarakat berobat hanya karena kepesertaan BPJS Kesehatan tidak aktif atau keterbatasan kemampuan membayar.
“Alhamdulillah, tidak ada satu pun rumah sakit ataupun Puskesmas di Kabupaten Padang Pariaman yang menolak masyarakat untuk berobat karena BPJS-nya tidak aktif atau karena tidak mampu membayar,” ungkapnya.
Terkait Universal Health Coverage (UHC), John Kenedy mengakui pemerintah daerah masih melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan cakupan kepesertaan masyarakat.
Ia mengatakan kemampuan APBD Padang Pariaman masih terbatas untuk memberikan kontribusi pembiayaan UHC seperti sejumlah daerah lainnya. Karena itu, pemerintah daerah mengembangkan pola kolaborasi dengan melibatkan masyarakat Padang Pariaman yang berada di ranah maupun rantau.
“Alhamdulillah, dalam satu tahun terakhir perkembangannya cukup baik. Kita memang belum bisa seperti kabupaten/kota lainnya memberikan kontribusi melalui APBD terhadap UHC, tetapi kita melibatkan masyarakat, baik yang di ranah maupun di rantau, untuk membantu masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman,” jelasnya.
Ia menyebut cakupan tersebut menunjukkan perkembangan positif. Menurutnya, Padang Pariaman yang sebelumnya berada di posisi terbawah kini berada di urutan ketiga di Sumatera Barat.
RSUD Aktif Sejak 2009
Sementara itu, Direktur RSUD Muslim Kasim, dr. Efriyeni, M.Kes., mengatakan rumah sakit tersebut mulai memberikan pelayanan pada 23 Mei 2009 dan terus mengalami pengembangan dari waktu ke waktu.
Menurutnya, perubahan nama menjadi RSUD Muslim Kasim merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa dan pengabdian almarhum Muslim Kasim yang pernah memimpin Padang Pariaman serta memiliki bagian dalam sejarah berdiri dan berkembangnya rumah sakit tersebut.
Efriyeni juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati John Kenedy Azis atas gagasan perubahan nama rumah sakit.
Dengan identitas baru tersebut, RSUD Muslim Kasim membawa visi “Terwujudnya RSUD Muslim Kasim dengan Pelayanan Prima.”
Visi tersebut diwujudkan melalui peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, perlindungan kesehatan masyarakat, serta pelayanan yang efektif, efisien, dan berkeadilan.
Seluruh jajaran rumah sakit juga berkomitmen meningkatkan mutu dan keselamatan pasien, kualitas pelayanan, kompetensi sumber daya manusia, sarana prasarana, tata kelola, kenyamanan pasien, dan kepuasan masyarakat.
“Nama berubah, tetapi semangat pengabdian harus semakin kuat. Pelayanan harus semakin prima dan amanah kepada masyarakat harus semakin besar,” ujar Efriyeni.
Keluarga: Di Balik Nama Ada Amanah Besar
Perwakilan keluarga almarhum Muslim Kasim, Hari Husnan Kurniawan, menyampaikan rasa bangga dan syukur atas penetapan nama tersebut.
Menurut keluarga, nama Muslim Kasim bukan hanya melekat pada sosok mantan pemimpin daerah, tetapi juga seorang ayah dan kakek yang meninggalkan kenangan bagi orang-orang yang pernah mengenalnya.
“Tentu kami merasa bangga dan bersyukur. Di balik nama itu terdapat sebuah amanah yang besar,” ungkapnya.
Keluarga menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Padang Pariaman beserta jajaran pemerintah daerah serta masyarakat yang telah mendukung perubahan nama tersebut.
Bagi keluarga, penyematan nama Muslim Kasim pada rumah sakit merupakan bentuk penghormatan sekaligus amanah untuk melanjutkan nilai-nilai pengabdian yang ditinggalkan.
Peresmian tersebut sekaligus menandai babak baru bagi rumah sakit yang telah beroperasi sejak 2009. Dengan nama baru, RSUD Muslim Kasim dituntut tidak hanya membawa identitas baru, tetapi juga memperkuat kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Padang Pariaman.
Peresmian turut dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Padang Pariaman periode 2021–2024, Suhatri Bur dan Rahmang, pimpinan dan anggota DPRD Padang Pariaman, keluarga besar Muslim Kasim, Ketua LKAAM, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, camat, wali nagari, serta jajaran Pemkab Padang Pariaman dan civitas RSUD Muslim Kasim.






















