Kabarminang — Seorang remaja diduga hanyut di laut di Nagari Maligi, Kecamatan Sasak Ranah Pesisir, Pasaman Barat, beberapa hari yang lalu.
Kepala Pos SAR Pasaman, Novi Yurandi, mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan informasi tentang orang yang diduga hanyut itu dari Sekretaris Camat Sasak Ranah Pesisir pada Kamis (19/3/2026).
Randi menginformasikan bahwa korban bernama Uki Pratama Putra (16 tahun), warga Jorong Pantai Indah, Nagari Maligi.
Perihal hilangnya korban, Randi menceritakan bahwa pada Senin (16/3/2026) Uki pergi ke Sikilang melalui jalur pantai. Setelah diminta konfirmasi kepada kerabatnya di Sikilang, anak tersebut belum tiba di sana.
“Pada 17 Maret, nelayan bernama Napis menemukan mayat di tengah laut lebih kurang 4 kilometer dari pantai. Pakaian mayat itu sama dengan ciri-ciri pakaian yang sama dengan pakaian Uki saat berangkat dari rumah,” ujar Randi pada Senin (23/3/2026).
Akan tetapi, kata Randi, perahu nelayan tersebut tidak bisa mengevakuasi korban. Selain itu, katanya, perahu nelayan itu tidak memiliki tali untuk menambatkan korban.
Randi mengatakan bahwa pihaknya lalu mendapatkan informasi tentang kehilangan korban pada Kamis (19/3/2026), lalu mencari nelayan yang sempat melihat jenazah yang diduga jenazah korban. Setelah itu, tim SAR gabungan mencari korban dengan menyisir lokasi sekitar tempat korban dinyatakan hilang.
“Hingga hari kelima pencarian, korban belum ditemukan. Pencarian dilanjutkan besok,” tutur Randi.
Sementara itu, Dendi Hardiman mengatakan bahwa remaja putus sekolah itu tinggal dengan ibu kandung dan ayah tirinya di Maligi. Ia menyebut bahwa Uki pergi dari rumah ke Sikilang karena ada masalah yang membuatnya kesal kepada orang tuanya.
“Dia pergi ke Sikilang ke tempat ayah kandungnya. Dari Maligi ke Sikilang bisa ditempuh melalui jalur darat dengan mobil dan sepeda motor. Namun, anak itu diduga pergi ke Sikilang bukan lewat jalur darat karena dia tidak membawa sepeda motor. Diduga dia melewati muarayang airnya memang dangkal. Kata orang tuanya, dia pernah melewati muara itu. Masalahnya, anak itu punya penyakit ayan,” ucap Dendi.
Dendi menambahkan bahwa warga sudah menghentikan pencarian korban kemarin. Ia menginformasikan bahwa keluarga korban dan warga akan melakukan salat gaib untuk korban nanti malam.















