Selain itu, massa juga meminta aparat mengusut tuntas aktor intelektual di balik keberadaan pabrik narkoba di Kota Padang, termasuk mengungkap dugaan adanya pihak-pihak yang melindungi praktik tersebut.
Selain itu, Taufiq menuturkan massa juga mempertanyakan transparansi mutasi jabatan di internal Polda Sumatera Barat, termasuk dugaan kejanggalan Surat Telegram Rahasia (TR) terkait mutasi di lingkungan Ditreskrimsus.
“Surat mutasi sudah keluar hampir satu bulan lalu, tetapi hingga kini belum ada serah terima jabatan. Kami curiga ada urusan internal yang sedang diselesaikan secara sepihak oleh Kapolda,” ucapnya.
Massa juga mengkritik berbagai kegiatan sosial yang dilakukan Polda Sumbar. Menurut mereka, kegiatan tersebut hanya bersifat pencitraan.
“Kami meminta evaluasi total dan dialog langsung dengan Kapolda serta para Direktur Reserse. Kapolda harus tegas memberhentikan para direktur yang bermasalah dengan etika dan kode etik profesi,” tutur Taufiq.
Berdasarkan pantauan di lokasi, demonstrasi di Jalan Jenderal Sudirman No. 55, Padang itu sempat diwarnai aksi pembakaran ban bekas di depan gerbang utama. Kobaran api kemudian dipadamkan oleh aparat menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).
Massa juga membentangkan spanduk dan mural kritik di sepanjang jalan. Aksi ini diikuti sejumlah organisasi mahasiswa dan kepemudaan seperti GMNI, HMI, PMII, hingga KAMMI.
Gerbang utama Mapolda Sumbar ditutup rapat dan dijaga ketat aparat kepolisian. Hingga menjelang pukul 18.00 WIB, Kapolda Sumatera Barat tidak terlihat menemui massa aksi.
















