“Sebagai anggota Buser, saya bekerja dengan sistem on call 25 jam. Seringkali saya harus mengorbankan waktu bersama keluarga demi mengungkap kasus dan menerima aduan masyarakat di posko ini,” tuturnya.
Dalam wawancara tersebut, David juga mengungkapkan prinsip kerja yang unik, di mana ia melihat profesinya bukan sebagai beban melainkan bagian dari gairah hidup. Hal inilah yang membuatnya tetap konsisten memimpin Tim Klewang dalam memburu pelaku kejahatan.
“Saya menganggap pekerjaan ini sebagai hobi. Dengan prinsip itu, saya menjalaninya dengan tulus dan ikhlas tanpa merasa terbebani sedikit pun meskipun tantangan di lapangan sangat berat,” jelas David.
Loyalitas David terhadap korps Bhayangkara terbukti dari rekam jejaknya yang jarang meninggalkan tugas meski memiliki hak untuk beristirahat. Baginya, ketenangan batin hanya didapat saat ia memastikan situasi lapangan dalam keadaan terkendali.
“Selama 25,5 tahun berdinas, saya belum pernah mengambil cuti untuk sekadar jalan-jalan. Saya merasa tidak tenang jika ada kejadian menonjol di lapangan saat saya sedang libur,” ungkapnya.
Terakhir, demi menjaga performa anggota di lapangan agar tetap fokus, David kerap merogoh kocek pribadi untuk kebutuhan timnya. Langkah ini diambil agar personel Tim Klewang tidak tergiur melakukan praktik menyimpang saat menjalankan tugas operasional.
“Saya sering menanggung biaya operasional dan makan anggota menggunakan uang pribadi. Saya ingin tim saya fokus bekerja melayani laporan masyarakat tanpa ada beban finansial yang mengganggu integritas mereka,” pungkasnya.
















