Sebelumnya, jasad Rusli ditemukan di bawah jembatan rel kereta api kawasan flyover BIM. Saat pemeriksaan awal di lokasi, polisi menemukan tali jerat berwarna hitam yang masih melingkar di leher korban serta bekas jeratan pada lehernya.
Kapolsek Batang Anai, Iptu Wadriadi, mengatakan jasad tersebut pertama kali ditemukan seorang remaja berinisial J (14) sekitar pukul 17.00 WIB saat beristirahat usai berolahraga di atas flyover.
Merasa curiga melihat seseorang dalam posisi tengkurap dan tidak bergerak di bawah jembatan, remaja tersebut pulang dan melaporkan temuannya kepada orang tuanya. Informasi itu kemudian diteruskan ke Polsek Batang Anai.
Petugas kepolisian bersama personel Polres Padang Pariaman langsung mendatangi lokasi sekitar pukul 18.35 WIB, mengamankan TKP, kemudian mengevakuasi jenazah ke RS Bhayangkara Padang untuk menjalani autopsi.
Temuan tersebut membuat penyidik mendalami kemungkinan adanya unsur tindak pidana. Namun, AKP Nedra Wati menegaskan hingga kini penyidik belum menyimpulkan korban meninggal akibat pembunuhan.
“Seluruh kemungkinan masih kami dalami. Proses penyelidikan tetap berlanjut untuk mengungkap secara utuh penyebab kematian korban maupun pihak-pihak yang mungkin terkait dengan peristiwa ini,” ujar Nedra.















