Sebelumnya, video yang memperlihatkan seorang pengendara sepeda motor dihentikan oleh dua pria di lokasi tersebut beredar di media sosial.
Bima mengatakan kejadian berawal ketika dia mengendarai sepeda motor Yamaha Mio bersama istri dan anaknya setelah membeli emas di pasar. Ia kemudian berhenti ketika hendak mencari ponsel milik orang tuanya.
Bima mengaku tiba-tiba dikejar dan dipepet dari belakang oleh dua pria dewasa yang tidak dikenalnya. Kedua pria itu kemudian memintanya menepi dan mempermasalahkan pelat nomor belakang sepeda motornya yang tidak terpasang.
“Saya jelaskan bahwa pelat nomor belakang motor saya bukan lepas, tetapi salah seorang dari mereka tetap mempermasalahkannya,” kata Bima kepada Sumbarkita.
Menurut Bima, kedua pria tersebut kemudian meminta dirinya menunjukkan surat-surat kendaraan, nomor rangka, dan nomor mesin. Mereka juga mempersoalkan kendaraan tersebut dengan dugaan tunggakan cicilan atau kendaraan tanpa dokumen yang sah.
Bima membantah tudingan tersebut. Ia mengaku kendaraan yang dikendarainya tidak memiliki masalah kredit ataupun tunggakan cicilan.
Bima memperkirakan ada empat orang yang terlibat dalam kejadian itu. Selain dua pria yang menghentikannya, ia melihat dua orang lainnya berada di sekitar lokasi dengan mengendarai sepeda motor terpisah. Ia menduga dua orang lainnya berpura-pura menjadi penengah ketika perdebatan mulai memanas.
Bima mengatakan sempat membuka jok sepeda motornya untuk memperlihatkan nomor rangka secara langsung. Ia kemudian keberatan ketika salah seorang pria hendak memotret nomor tersebut karena khawatir informasi kendaraannya disalahgunakan.


















