Desmon Tanjung, pelapor yang mewakili semua mitra RSE Cabang Painan, berharap Polres Pesisir Selatan segera menetapkan Manajer RSE Painan, Rani Gustiana, sebagai tersangka dugaan penipuan investasi. Ia juga berharap uangnya dan uang rekan-rekannya kembali.
Desmon melaporkan Rani Gustiana ke Polres Pesisir Selatan pada Rabu (19/3). Ia menyebut bahwa 3.371 orang mitra RSE Cabang Painan rugi Rp25 miliar atas investasi itu.
“Tiap-tiap korbam memiliki kerugian yang beragam, dari Rp6,5 juta sampai ratusan juta Rupiah. Saya sendiri rugi Rp369 juta. Para korban berinvestasi sejak perusahaan itu beroperasi pada September 2024. Saya sendiri berinvestasi pada Januari 2025. Korban rata-rata orang Painan, Lumpo, Sago, Salido, hingga Pasar Baru, Bayang,” ujarnya.
Sementara itu, Rani Gustiana menjelaskan bahwa investasinya bukan investasi bodong sebab produknya memang ada, yaitu power bank merek RSE. Ia menuturkan bahwa ia membuka kantor RSE Cabang Painan sebagai pusat untuk menampung peralatan dan pengiriman power bank station.
“Barang dikirimkan ke kantor saya, lalu saya distribusikan ke tempat lain. Selama ini saya sudah mengirimkan tiga power bank station, yaitu ke Medan, Pekanbaru, dan Painan. Dalam satu power bank station terdapat 12 power bank. Satu power bank dayanya 2000 mAh. Jadi, saya membuka kantor bukan untuk menampung orang untuk berinvestasi,” ujar Rani pada Minggu (23/3).
Rani menerangkan bahwa RSE merupakan bisnis investasi power bank station yang terdapat di Hongkong. Ia menjelaskan bahwa orang yang berinvestasi (mitra) mengirimkan uang dalam mata uang Dollar untuk investasi kepada bos RSE di Hongkong, yang bernama Denise Warren. Tiap mitra, kata Rani, memiliki akun RSE dan mengirimkan uang ke akun tersebut.